Kabut Asap Paksa 3 Maskapai Batalkan Penerbangan, Langit Kalimarau Berau Berkabut - Tribunnews
Kebakaran Hutan dan Lahan
Kabut asap kembali menebar ancaman di langit Bumi Batiwakkal, julukan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
DAMPAK KABUT KARHUTLA - Ilustrasi Bandar Udara Kalimarau di Berau, Kalimantan Timur. Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendadak lumpuh setelah jarak pandang merosot tajam akibat kepulan asap yang menyelimuti kawasan tersebut.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kabut asap kembali menebar ancaman di langit Bumi Batiwakkal, julukan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendadak lumpuh setelah jarak pandang merosot tajam akibat kepulan asap yang menyelimuti kawasan tersebut.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan bahwa gangguan mulai terdeteksi sejak Kamis (17/9/2026).
Jarak pandang yang awalnya berada di angka aman 3.500 meter tiba-tiba anjlok drastis menjadi hanya 1.500 meter.
Baca juga: Kabut Asap Masih Pekat di Berau, Wakil Bupati Gamalis Imbau Jangan Banyak Keluar Rumah
"Jarak pandang turun dari 3.500 meter menjadi 1.500 meter," tutur Patah, Jumat (18/9/2026) di Berau, Kalimantan Timur.
Cuaca yang kian memburuk memaksa otoritas bandara mengetatkan standar keselamatan.
Sedikitnya tiga maskapai penerbangan terpaksa mengambil langkah tegas dengan membatalkan jadwal terbang mereka karena dinilai tidak memenuhi ambang batas aman.
Adapun rute yang terdampak meliputi:
- Wings Air (Rute Berau-Samarinda-Berau)
- Sriwijaya Air (Rute Ujung Pandang-Berau-Balikpapan)
- Super Air Jet (Rute Balikpapan-Berau-Balikpapan)
Hingga Jumat siang, seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan masih ditahan sambil memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Di tengah ketidakpastian jadwal, angin segar diberikan bagi para calon penumpang yang merugi.
Patah memastikan bahwa pihak maskapai bertanggung jawab penuh dengan memberikan hak kompensasi berupa pengembalian dana (refund) ataupun penjadwalan ulang (reschedule) tanpa potongan biaya sepeser pun.
"Semua calon penumpang mendapatkan kompensasi, yaitu refund atau reschedule dengan biaya full 100 persen," tegasnya.
Kendati demikian, rasa kecewa tak bisa disembunyikan oleh para pelancong yang terjebak situasi ini.
Kike Rizky, salah satu penumpang tujuan Berau-Balikpapan menggunakan Super Air Jet, menuturkan betapa melelahkannya proses penundaan tersebut.
"Harusnya berangkat jam 07.00 pagi, terus saya masih harus nunggu sampai sore. Tapi sore akhirnya di-cancel," keluhnya.
Otoritas Bandara Kalimarau bersama maskapai terus bersiaga memantau dinamika cuaca di lapangan.
Keselamatan jiwa penumpang tetap menjadi harga mati di tengah kepungan kabut asap yang menguji mobilitas udara warga Berau.
(TribunKaltim.co/Renata Andini)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240814-Bandar-Udara-Kalimarau.jpg)