Kapten KM Virgo Transport 8 Sempat Lapor Kondisi Bahaya Setelah Lambung Kapal Dihantam Ombak, - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mayor-Jenderal-TNI-Mar-Edy-Prakoso.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kapten kapal KM Virgo Transport 8 sempat komunikasi dengan Tim SAR sebelum hilang kontak
- KM Virgo Transport 8 terbalik setelah lambung kapal diterjang ombak tinggi
- Pencarian korban terus dilakukan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 30 kru dan 213 penumpang dari Surabaya Jawa Timur menuju Banjarmasin Kalimantan Selatan mengalami kecelakaan di wilayah perairan Laut Jawa diduga karena cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso menjelaskan Kantor SAR Banjarmasin telah menerima informasi awal terkait kejadian itu pukul 04.10 WIB dari GM PT Virgo.
Kantor SAR, kata dia, sempat berkomunikasi langsung dengan kapten kapal.
Saat itu, kapten kapal menyampaikan terkait dengan adanya distres atau kondisi sangat berbahaya yang memerlukan pertolongan segera.
"Namun, pada saat kejadian, pada saat diminta ulang oleh operator yang menerima, (komunikasi) ini langsung terputus," kata Edy dalam keterangan video pada Minggu (13/9/2026).
"Sehingga dari hasil laporan yang 04.10 WIB ini dari GM PT Virgo yang langsung ke Kantor SAR (Banjarmasin), Kantor SAR langsung menginfokan ke Basarnas Command Center," lanjut dia.
Baca juga: Polri Sebut 125 Orang Korban Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 118 Masih Dicari
Setelah itu, Basarnas Command Center langsung memerintahkan Kantor SAR Banjarmasin untuk segera melaksanakan operasi pencarian.
Kantor SAR Banjarmasin lalu mengerahkan KN SAR Laksmana 241.
"Masalah teknis di lapangan, tentunya cuaca dan gelombang ini menjadi tantangan buat kita. Karena di satu sisi KN SAR Permadi yang dari Surabaya pun juga pada saat pemberangkatan terkendala cuaca cukup buruk, dalam hal ini gelombang cukup tinggi, sehingga KN SAR Permadi kembali," ungkapnya.
Namun, kata dia, KN SAR maupun peralatan utama SAR laut yang melaksanakan operasi pencarian tetap melaksanakan sesuai dengan SOP.
Baca juga: 69 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Tiba di Pelabuhan Banjarmasin, Belum Bisa Bertemu Keluarga
Ia juga menerangkan berdasarkan informasi dari nahkoda kapal, kemiringan kapal diduga akibat hantaman ombak di lambung kanan.
"Terkait juga yang disampaikan oleh nakhoda kapal Virgo tersebut, ini juga kejadian kemiringan kapal tersebut ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini yang info yang kami dapat langsung dari kapten kapal Virgo tersebut," ucap dia.
129 Orang Belum Ditemukan
Edy menjelaskan kapal KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang.
Hingga pukul 15.30 WIB, kata Edy, sebanyak 114 orang korban sudah dievakuasi.
Sebanyak 98 orang di antaranya dalam kondisi selamat, sedangkan enam lainnya meninggal dunia.
Para korban yang selamat dan meninggal dunia tersebar di sejumlah kapal yang turut membantu penyelamatan para korban.
"Sehingga yang masih dalam pencarian dalam hal ini adalah kurang lebih 129 orang. Sesuai data yang kita terima dari 243 orang," ucapnya.
Sementara berdasarkan keterangan dari Polri pada Minggu sore, 125 orang korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi dan 118 lainnya masih dalam pencarian.
Operasi SAR Gabungan terus dilakukan melibatkan berbagai unsur mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga masyarakat pengguna laut.
Dirikan 6 Posko DVI
Polri menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI) untuk memastikan proses identifikasi korban dilakukan secara profesional dan akurat.
Sebanyak enam posko DVI telah didirikan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Di Jawa Timur, posko DVI terdiri atas Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.
Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI terdiri atas Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan unsur DVI dilakukan sebagai bagian dari kesiapan Polri dalam menangani seluruh tahapan penanganan korban.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” ucap Trunoyudo dalam keterangannya.
Operasi SAR 24 Jam
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi SAR KM Virgo Transport 8 akan dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan seluruh unsur yang tersedia.
“Operasi ini akan dilaksanakan selama 24 jam,” kata Safii dalam jumpa pers di Posko KM Virgo Transport 8, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam konferensi pers Basarnas, TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, terdiri dari 14 orang selamat, satu orang mengalami cedera berat, dan satu orang meninggal dunia.
Kemudian TB TCP mengevakuasi enam orang, terdiri dari satu orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
Sementara MV Hai Da mengevakuasi 69 orang dalam kondisi selamat, sedangkan KM Cahaya Bahari Jaya mengevakuasi 22 orang dalam kondisi selamat.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa bermula saat Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.13 WIB menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapal diketahui mengangkut 243 penumpang dan 89 unit kendaraan.
Selanjutnya, pada Minggu (13/9/2026) pukul 01.00 WIB, Kapal Virgo Transport 8 melaporkan menghadapi cuaca buruk dan tak lama mengalami hilang kontak.
Kapal diduga mengalami kemiringan hingga kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa sekitar pukul 02.00.
Kemudian pada pukul 04.10 WIB, GM Virgo Transport 8 melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.
Pukul 04.30 WIB, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan 1 tim menuju Dermaga SAR Basirih dan berangkat menuju titik terakhir kapal yang diketahui menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi 5 jam perjalanan.
Tim SAR gabungan terus melaksanakan pencarian secara intensif dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.