Kelima Kalinya, OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Global di 2026 - Sindonews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 11 September 2026 - 08:00 WIB

OPEC kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026, sementara Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Perbedaan proyeksi kedua lembaga tersebut mencerminkan ketidakpastian pasar minyak global yang tertekan oleh konflik geopolitik, penyusutan persediaan, serta kekhawatiran terhadap keberlanjutan arus minyak melalui jalur pelayaran strategis.
OPEC dalam laporan bulanannya, Kamis (10/9) dikutip dari Reuters, memperkirakan permintaan minyak dunia pada 2026 hanya tumbuh 380.000 barel per hari (bph), turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 580.000 bph. Penurunan tersebut menjadi revisi negatif kelima secara berturut-turut.
Di sisi lain, EIA menaikkan proyeksi rata-rata harga minyak mentah Brent pada 2026 menjadi sekitar 91 dolar AS per barel, dari perkiraan sebelumnya 86,81 dolar AS per barel. EIA juga memproyeksikan harga Brent berada di sekitar USD90 per barel pada paruh kedua 2026, sebelum turun menjadi sekitar USD74 per barel pada 2027 ketika produksi kembali pulih dan persediaan mulai terisi.
Baca Juga: Lalu Lintas Selat Hormuz Makin Sepi, Alarm bagi Pasokan Energi Global
EIA memperkirakan persediaan minyak mentah global telah berkurang sekitar 400 juta barel sepanjang tahun ini dan masih akan menyusut hingga akhir 2026. Produksi minyak yang terhenti di kawasan Timur Tengah juga meningkat menjadi rata-rata 6,7 juta bph pada Agustus, dari 5 juta bph pada Juli.
Gangguan tersebut terutama berkaitan dengan terbatasnya arus minyak melalui Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb. EIA memperkirakan perusahaan pelayaran akan terus mencari jalur alternatif, antara lain melalui jaringan pipa, rute darat, serta transfer minyak antarkapal, sehingga pasokan dari Timur Tengah dapat berangsur pulih.
EIA memperkirakan produksi bahan bakar cair global pada 2026 mencapai 100,62 juta bph, sekitar 200.000 bph lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya. Sementara itu, produksi minyak mentah OPEC pada Agustus meningkat 346.000 bph, terutama didorong oleh kenaikan produksi Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, meskipun masih berada di bawah tingkat sebelum konflik.
Baca Juga: Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA, Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Emirat
OPEC menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2027 karena memperkirakan arus minyak kembali normal. Namun, proyeksinya masih jauh lebih optimistis dibandingkan Badan Energi Internasional (IEA), yang memperkirakan permintaan minyak dunia justru turun pada 2026. Prospek harga minyak tetap sangat bergantung pada durasi konflik di Timur Tengah dan kecepatan pemulihan produksi serta ekspor kawasan tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
Terpopuler
1
2
3
4
5





