Makanan Berjamur Dipotong Bagian Busuknya, Masih Aman Dimakan? Ini Kata Ahli Gizi - Kompas
KOMPAS.com - Munculnya jamur pada makanan kerap membuat orang dilema.
Sebagian memilih langsung membuang makanan tersebut, tetapi ada pula yang cukup memotong bagian yang berjamur dan mengonsumsi sisanya.
Kebiasaan ini cukup sering dilakukan, terutama pada makanan seperti roti, kue, atau bolu.
Baca juga: Riset: Minuman Sangat Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan
Namun, apakah makanan yang sudah berjamur masih aman dikonsumsi setelah bagian yang terlihat berjamur dibuang?
Jamur Enoki Pernah Terkontaminasi Listeria, Masih Amankah Dikonsumsi?
Prof. Dr. dr. Meilinah Hidayat, M.Kes., ahli ilmu gizi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, mengatakan makanan yang sudah berjamur tetap memiliki risiko untuk dikonsumsi.
"Sebetulnya ada risiko juga," ujar Prof. Meilinah saat dihubungi Kompas.com via telepon, baru-baru ini.
Baca juga: Abu Vulkanik Semeru Bisa Masuk ke Paru-paru, Dokter: Jangan Anggap Seperti Debu Biasa
Menurut dia, jamur tidak selalu hanya berada pada bagian makanan yang terlihat secara kasatmata.
Spora jamur dapat menyebar ke bagian lain, terutama pada makanan yang memiliki tekstur lembut atau kadar air tinggi.
Karena itu, penanganan makanan berjamur perlu mempertimbangkan jenis dan tekstur makanan tersebut.
Baca juga: Keracunan Makanan pada Anak Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Ginjal, Ini Penjelasan Ahli
Makanan berjamur sebaiknya tidak langsung dikonsumsi
Prof. Meilinah menjelaskan, makanan yang sudah ditumbuhi jamur, terutama makanan dengan tekstur basah atau semi-basah, sebaiknya tidak dikonsumsi lagi.
Makanan seperti ini memiliki kadar air yang memungkinkan jamur lebih mudah berkembang dan menyebar ke bagian yang tidak terlihat.
"Kalau yang semi-basah, sangat tidak disarankan. Sebaiknya tidak perlu dimakan lagi kalau sudah ada jamur," kata Prof. Meilinah.
Dengan demikian, sekadar membuang bagian yang terlihat berjamur belum tentu membuat makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.
Baca juga: 8 Langkah Keliru dalam Menangani Keracunan Anak
Bagaimana dengan roti atau kue yang berjamur?
Sementara itu, untuk makanan yang relatif lebih kering, seperti bolu, Meilinah mengatakan terdapat kondisi tertentu yang memungkinkan bagian yang terkena jamur dipotong.
Namun, bagian yang dipotong harus cukup luas sehingga tidak hanya menghilangkan permukaan yang terlihat berjamur.
"Kalau pemotongannya itu cukup besar, artinya sampai bersih, dan setelahnya dipanaskan itu sebetulnya masih oke," ujarnya.
Baca juga: Benarkah Hujan-hujanan Bisa Menyebabkan Anak Sakit? Ini Kata Dokter...
Meski demikian, hal tersebut tidak dapat diterapkan begitu saja pada semua jenis makanan. Makanan dengan tekstur lebih basah atau semi-basah tetap lebih berisiko sehingga sebaiknya dibuang.
Mengapa jamur pada makanan perlu diwaspadai?
Jamur pada makanan tidak hanya menimbulkan perubahan warna, tekstur, atau aroma.
Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan zat berbahaya yang dikenal sebagai mikotoksin.
Baca juga: Berapa Lama Makanan Aman Dikonsumsi Setelah Dimasak? Ini Kata Ahli Gizi
Selain itu, bagian jamur yang terlihat pada permukaan belum tentu menggambarkan seluruh bagian makanan yang sudah terkontaminasi.
Struktur jamur dapat berkembang lebih jauh ke dalam makanan, terutama pada makanan yang lunak dan memiliki kadar air tinggi.
Oleh sebab itu, jika makanan sudah menunjukkan pertumbuhan jamur, penting untuk tidak sembarangan menganggap bagian lainnya masih aman hanya karena terlihat normal.
Pada makanan yang lembut, basah, atau semi-basah, pilihan paling aman adalah membuang seluruh makanan.
Baca juga: Anak Keracunan Makanan, Pahami Dampak Jangka Pendek dan Panjang
Jangan hanya mengandalkan pemotongan bagian yang berjamur
Kebiasaan memotong bagian yang berjamur kemudian memakan sisanya perlu dilakukan dengan hati-hati. Terlebih, tidak semua jenis makanan memiliki karakteristik yang sama.
Makanan yang lebih padat dan kering dapat memiliki risiko yang berbeda dibandingkan makanan dengan tekstur lembut dan kadar air tinggi.
Karena itu, jika ragu terhadap kondisi makanan, membuangnya merupakan pilihan yang lebih aman daripada mengambil risiko mengonsumsinya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.