Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kanker Kesehatan Lifestyle Spesial

    Riset: Minuman Sangat Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Menikmati secangkir kopi atau teh hangat mungkin menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang. 

    Namun, suhu minuman yang terlalu tinggi ternyata perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu.

    Sebuah penelitian terhadap lebih dari 977.000 orang menemukan bahwa mereka yang terbiasa menikmati minuman dalam kondisi “sangat panas” memiliki risiko hingga tiga kali lipat mengalami karsinoma sel skuamosa esofagus atau esophageal squamous cell carcinoma, dibandingkan orang yang memilih minuman dengan suhu hangat.

    Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer tersebut menunjukkan bahwa risiko terutama berkaitan dengan suhu minuman, bukan jenis minuman yang dikonsumsi.

    Jamur Enoki Pernah Terkontaminasi Listeria, Masih Amankah Dikonsumsi?

    Baca juga: Minum Minuman Manis Tiap Hari, Risiko Kanker Lambung Naik 2,45 Kali

    Minuman sangat panas dikaitkan dengan risiko kanker kerongkongan

    Dalam penelitian tersebut, peserta yang menyukai minuman sangat panas memiliki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami karsinoma sel skuamosa esofagus dibandingkan mereka yang memilih minuman hangat. 

    Sementara itu, orang yang menyukai minuman panas memiliki risiko sekitar dua kali lipat.

    Menurut Keren Papier, peneliti utama sekaligus ahli epidemiologi nutrisi senior di Oxford Population Health, kaitan antara minuman bersuhu sangat tinggi dan kanker kerongkongan sebenarnya telah menjadi perhatian dalam penelitian sebelumnya.

    “Penelitian internasional telah menunjukkan selama beberapa waktu bahwa mengonsumsi minuman seperti mate dalam suhu yang sangat tinggi, seperti yang biasa dilakukan di Amerika Selatan, berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker esofagus,” ujar Papier, dikutip dari People, Kamis (10/9/2026).

    Ia menambahkan, hal yang sebelumnya belum terlalu jelas adalah apakah hubungan tersebut juga berlaku pada suhu minuman panas yang umum dikonsumsi masyarakat di negara-negara Barat.

    Baca juga: Minuman Terbaik untuk Kesehatan Jantung Laki-laki di Pagi Hari

    Risiko kanker lebih berkaitan dengan suhu minuman

    Penelitian tersebut juga membedakan kategori berdasarkan suhu minuman. Minuman yang dikategorikan sangat panas memiliki suhu sekitar 149 derajat Fahrenheit atau sekitar 65 derajat Celsius. 

    Sementara itu, minuman panas berada di kisaran 140 derajat Fahrenheit atau sekitar 60 derajat Celsius.

    Namun, para peneliti mencatat bahwa suhu tersebut didasarkan pada laporan peserta mengenai preferensi mereka dalam menikmati minuman. 

    Artinya, penelitian tidak mengukur secara langsung temperatur setiap minuman yang dikonsumsi. Selain suhu, frekuensi konsumsi juga ditemukan berkaitan dengan risiko. 

    Peserta yang mengonsumsi enam atau lebih minuman setiap hari memiliki risiko 71 persen lebih tinggi mengalami karsinoma sel skuamosa esofagus, terlepas dari apakah mereka memilih minuman panas atau sangat panas.

    Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman dalam jumlah banyak juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

    Cedera akibat panas diduga memicu peradangan kronis

    Salah satu teori yang digunakan untuk menjelaskan hubungan tersebut adalah thermal injury atau cedera akibat panas. Paparan suhu tinggi secara berulang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kerongkongan.

    Dari penjelasan National Library of Medicine, cedera akibat panas dapat memicu peradangan kronis serta pembentukan zat kimia yang berpotensi menyebabkan kanker. 

    Panas juga diduga dapat merusak lapisan pelindung kerongkongan sehingga jaringan menjadi lebih rentan terhadap zat karsinogen.

    Risiko tersebut dapat menjadi lebih kompleks ketika seseorang juga memiliki faktor risiko lain, seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

    Baca juga: 5 Minuman Ini Bantu Kamu Menua dengan Sehat, Bukan Cuma Air Putih

    Berhenti merokok dan mengurangi alkohol tetap penting

    Meski penelitian menyoroti suhu minuman, masyarakat tidak perlu langsung menganggap kopi atau teh sebagai penyebab kanker. Temuan utama penelitian justru berkaitan dengan temperatur ketika minuman dikonsumsi.

    Fiona Osgun, kepala informasi kesehatan di Cancer Research UK, menekankan bahwa terdapat sejumlah langkah penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker kerongkongan.

    “Cara paling penting untuk mengurangi risiko jenis kanker ini adalah tidak merokok dan mengurangi konsumsi alkohol,” kata Osgun.

    Dengan demikian, membiarkan kopi atau teh sedikit mendingin sebelum diminum dapat menjadi salah satu kebiasaan yang lebih aman. 

    Namun, langkah tersebut sebaiknya tetap dilakukan bersama upaya menjaga pola hidup secara keseluruhan, terutama dengan menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS