Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Juara Pencak silat Rekor Spesial

    10.000 Pesilat dari 17 Perguruan di Sragen Bidik Rekor MURI Lewat Jurus Bregodo Mangkubumi - Tribunnews

    5 min read



    Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

    TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Sebanyak 10.000 pendekar dari 17 perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen mengikuti peragaan jurus bersama dalam Festival Pendekar Nusantara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pada 23–25 Oktober 2026.

    Gerakan jurus bersama tersebut menjadi salah satu agenda utama festival yang diharapkan dapat mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

    Pantauan TribunSolo.com, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, ikut serta melakukan gerakan jurus Bregodo Mangkubumi bersama dengan jajaran Forkopimda Sragen.

    Baca juga: Festival Pendekar Nusantara Sragen 2026, Ribuan Pesilat Ikuti Karnaval dari DPRD ke Halaman Pemkab

    Gerakan jurus Bregodo Mangkubumi dipimpin langsung oleh Ketua Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS), Heru Agus Santoso.

    Ketua FKPSS, Heru Agus Santoso, mengatakan gerakan jurus bersama yang ditampilkan para pesilat menggunakan jurus Bregodo Mangkubumi.

    Menurutnya, peragaan tersebut melibatkan pesilat dari 17 perguruan yang tergabung dalam FKPSS.

    Ribuan peserta menampilkan jurus secara bersama-sama sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat di Kabupaten Sragen.

    “Kami sangat berharap nanti bisa memecahkan rekor MURI dengan melakukan gerak jurus bersama dari 17 perguruan. Yaitu jurus Bregodo Mangku Bumi yang nantinya akan ditirukan sekitar 10.000 pesilat,” kata Heru, Sabtu (24/10/2026).

    Baca juga: Agenda Sragen Festival Pendekar Nusantara 2026, Ada Atraksi Bela Diri hingga Pemecahan Rekor MURI

    Ia menjelaskan, FKPSS merupakan forum yang mewadahi 17 perguruan pencak silat di Kabupaten Sragen. Keberadaan forum tersebut menjadi ruang komunikasi dan koordinasi bagi berbagai perguruan yang memiliki karakteristik serta tradisi masing-masing.

    Heru menyebut perkembangan pencak silat di Kabupaten Sragen sangat pesat. Ia memperkirakan jumlah pesilat di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 100.000 orang dari total penduduk yang berkisar satu juta jiwa.

    “Perkembangan pencak silat di Kabupaten Sragen ini dengan 17 perguruan, para pendekarnya sangat mewarnai Kabupaten Sragen,” ujarnya.

    Menurut Heru, besarnya jumlah pesilat tersebut menunjukkan bahwa pencak silat memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat Sragen.

    Karena itu, Festival Pendekar Nusantara diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan para pendekar sekaligus memperlihatkan kekuatan pencak silat sebagai bagian dari budaya daerah.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen, khususnya Bupati Sragen Sigit Pamungkas, yang dinilai memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan dunia persilatan.

    “Atas nama FKPSS, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sragen, dalam hal ini Bupati Sragen Sigit Pamungkas, yang telah memperhatikan dan memberikan atensi serta apresiasi luar biasa kepada dunia persilatan di Kabupaten Sragen,” katanya.

    Heru berharap penyelenggaraan festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kegiatan berskala besar seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi perguruan pencak silat dalam mengembangkan kegiatan, pembinaan pesilat, serta pelestarian tradisi.

    Ia menilai keterlibatan 17 perguruan dalam satu agenda bersama juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan keharmonisan, di mana berbagai perguruan dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan budaya yang sama.

    Melalui gerakan jurus bersama yang diikuti sekitar 10.000 pesilat, Festival Pendekar Nusantara diharapkan tidak hanya menjadi ajang pencatatan rekor, tetapi juga mempromosikan pencak silat Sragen kepada masyarakat luas.

    Adapun status pemecahan rekor MURI tersebut saat ini masih menunggu hasil verifikasi dan penetapan resmi dari pihak MURI. (*)

    Komentar
    Additional JS