Mengaku Ditawari Rp 80 Juta agar Tak Bahas Karhutla, Konten Kreator Ini Dilaporkan ke Polda Sumut - Kompas
MEDAN, KOMPAS.com – Konten kreator Rahmat Hidayat alias Aleh dilaporkan ke Polda Sumatera Utara atas dugaan penyebaran berita bohong setelah mengaku ditawari uang Rp 80 juta agar tidak membuat konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Kombes Pol Bayu Wicaksono, mengatakan laporan tersebut diterima pada Senin (19/10/2026).
Polisi kini masih menyelidiki laporan itu dan telah melayangkan surat pemanggilan kepada Aleh untuk dimintai keterangan.
"Kalau dilaporkan itu dikaitkan dengan penyebaran berita bohong. Penyebaran berita bohong, itu tertuang dalam Pasal 263 KUHP. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023," ujar Bayu saat diwawancarai wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (21/10/2026).
Karhutla Diprotes Negara Tetangga, Ini Respons Pemerintah
Baca juga: Polda Sumut Panggil Konten Kreator yang Mengaku Ditawari Rp 80 Juta agar Tak Bahas Karhutla
Bayu menjelaskan, setelah Aleh mengunggah konten tersebut pada Jumat (16/10/2026), unggahannya ramai menjadi perbincangan sehari kemudian.
Meski unggahan asli telah dihapus, polisi menyatakan masih dapat mendalami perkara tersebut melalui jejak digital dan materi yang dilaporkan.
"Kemarin kita sudah undang, insyaallah, dalam waktu dekat, sesuai dengan undangan kami, nanti (Aleh) bisa hadir," kata Bayu.
Polisi belum memerinci identitas pihak yang melaporkan Aleh maupun hasil pemeriksaan terhadap konten yang diunggahnya.
"Ini masih dalam proses penyelidikan. Apakah dalam proses penyelidikan ini ditemukan pelanggaran hukum lainnya, kita juga akan dalami," tutupnya.
Aleh Mengaku Ditawari Rp 80 Juta
Kasus ini bermula saat Aleh mengunggah video melalui akun Instagram @alehhhh22 pada Jumat (16/10/2026) malam.
Baca juga: Pengemudi Avanza Bantah Dipungli Polisi di Cempaka Putih Jakpus saat Ganjil Genap
Dalam video itu, ia mengaku mendapat tawaran uang Rp 80 juta agar tidak membahas isu bencana karhutla.
Aleh juga melampirkan tangkapan layar percakapan WhatsApp dari pihak yang disebut menawarkan uang tersebut. Namun, nomor WhatsApp pengirim ditutup dalam unggahan itu.
"Aduh kedan, kacau, aku baru dapat tawaran kerjasama malam ini, baru di chatnya, mengenai untuk tidak membahas isu bencana Karhutla, kalian bisa baca chatnya," ujar Aleh dalam video tersebut.
Baca juga: Didatangi Polisi Tengah Malam usai Kritik Blackout Batam, Fransisca: Saya Merasa Diintimidasi
Dalam unggahan yang sama, Aleh mempertanyakan identitas pengirim pesan. Ia juga menuding uang pajak masyarakat digunakan untuk membayar influencer agar tidak membuat konten mengenai karhutla.
"Negara sakit, ini siapa ini, hey bahaya dong, berbahaya sekali Anda, siapa yang menyuruh ini, berarti selama ini rakyat bayar pajak uang nya nggak tahu, gak jelas uangnya dikemanain, kemana. Rakyat bayar pajak untuk bayar kayak ginian, wow ngeri," ujar Aleh.
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan menyebar di berbagai platform media sosial.
Baca juga: "Pak Polisi Hanya Minta SIM, Tak Minta Uang", Klarifikasi Sopir Avanza Diduga Dipungli di Jakpus
Aleh Minta Maaf dan Mengaku Tak Mengecek Nomor
Setelah unggahannya viral, Aleh mengunggah video melalui akun YouTube untuk menyampaikan permohonan maaf jika kontennya menimbulkan kegaduhan.
"Kalau mungkin aku ada salah sudah membuat kegaduhan dalam postingan ku. Aku minta maaf," kata Aleh.
Ia mengakui tidak mengecek terlebih dahulu nomor yang menghubunginya sebelum mengunggah tangkapan layar percakapan tersebut.
"Kalau ada tawaran tawaran seperti itu, mungkin aku bisa evaluasi lagi, aku bisa cek-cek dulu gitu, sebelum ku posting, karena kalian tengok kan, ya ngak jelas," ujar Aleh.
Baca juga: Baru 9 Korporasi Tersangka Karhutla, Kemenko Polkam: Prosesnya Panjang
Aleh mengatakan, setelah memeriksa nomor tersebut melalui aplikasi Getcontact, identitas pengirim tidak dapat dipastikan.
Ia juga menduga nomor itu bisa saja berkaitan dengan penipuan, tetapi tidak menyampaikan bukti yang memastikan dugaan tersebut.
"Bisa pula dari Tiktok shop penipuan (nomornya), dengan nomor yang sama 0811, ini sudah pasti ada oknum yang mencari kegaduhan di sini memecah bangsa semoga teman teman semua memaafkan," ujarnya.
Kini, kedua unggahan Aleh sudah tidak terlihat di akun media sosialnya. Meski demikian, rekaman pernyataannya masih beredar di sejumlah akun media sosial lain.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
