Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Greenpeace Spesial

    Polisi Bantah Tangkap Aktivis Greenpeace yang Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Diberi Penanganan Medis - Kompas

    5 min read

     



    JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa enam aktivis yang sempat memanjat Tugu Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), bukan ditangkap.

    “Jadi tidak ada penangkapan. Kepolisian bersama TNI dan Pemprov DKI prioritas utama adalah keselamatan warga masyarakat,“ kata Budi ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026).

    Budi mengatakan, keenam aktivis tersebut dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya.

    Baca juga: Penjelasan Greenpeace soal Aksi Bentangkan Spanduk Protes di Bundaran HI

    Saat itu, ada aktivis yang lemas dan pusing dan membutuhkan penanganan medis.

    Media-media Asia Tenggara Sorot Indonesia yang Disebut Tahan Bantuan Asing Karhutla

    “Makanya disiapkan mobil Dokkes dan Sidokkes dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat, sehingga dibawa, diberikan penanganan medis,” kata Budi.

    Namun Budi tak menjelaskan lebih lanjut alasan keenam aktivis harus dibawa ke Dokkes Polda Metro Jaya daripada rumah sakit atau klinik terdekat.

    “Kan Polda punya Dokkes, enggak boleh? Kami tanya kembali,” kata Budi.

    Baca juga: 11 Aktivis Greenpeace Dibebaskan, Spanduk di Bundaran HI Bukan Akhir Perjuangan

    Budi menyampaikan bahwa keenam aktivis sudah kembali ke rumah masing-masing.

    Sebelumnya, aktivis Greenpeace Indonesia sempat membentangkan spanduk protes di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) pagi.

    Aksi pembentangan spanduk tersebut dilakukan dari atas patung hingga ke area bawah sebagai bentuk protes terhadap penanganan bencana alam dan kebakaran hutan yang tak kunjung padam.

    Baca juga: Alasan Greenpeace Panjat Patung dan Bentangkan Spanduk di Bundaran HI: Suarakan Keresahan Rakyat

    Selain itu, mereka memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai tidak serius menangani krisis iklim sehingga semakin mempersulit kehidupan masyarakat.

    "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" tulis salah satu spanduk berlatar kuning yang dibentangkan.

    Sementara itu, spanduk raksasa lainnya bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup".

    Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan, pihaknya terus menggaungkan suara masyarakat dan mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat.

    Baca juga: 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan Usai 8 Jam, Tak Ada Unsur Pidana

    "Dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok pekerja yang hidup dalam kerentanan ekonomi," kata Jeanny dalam siaran persnya, Selasa.

    Jeanny juga menyoroti kasus kebakaran hutan yang hingga saat ini masih membuat udara di sejumlah daerah di Kalimantan berbahaya bagi para warga.

    “Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari," sambung dia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Dua Kali Absen Dipanggil KPK, Di Mana Keberadaan Nusron Wahid?

    Komentar
    Additional JS