Trump Peringatkan AS Bisa Dilanda Kerusuhan seperti Perancis jika Demokrat Menang Pemilu - Kompas
KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa negaranya bisa mengalami kerusuhan seperti yang terjadi di Perancis apabila Partai Demokrat memenangkan pemilu paruh waktu pada November 2026.
Peringatan itu disampaikan Trump saat menghadiri kampanye di Park City, Kansas, pada Senin (19/10/2026) waktu setempat.
Dalam pidatonya, Trump menyinggung gelombang demonstrasi di Perancis yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan.
"Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi di negara ini," kata Trump, dikutip dari Reuters, Selasa (20/10/2026).
Trump Peringatkan AS Bisa “Terbakar” seperti Perancis jika Demokrat Menang
Baca juga: Putin, Trump, dan Xi Jinping Berpeluang Bertemu di China, Ukraina Menentang
"Ketika kalian melihat menara gereja terbakar dan api berkobar di Perancis, ingatlah bahwa itulah yang ingin dilakukan kelompok Demokrat radikal terhadap Amerika," lanjutnya.
Trump menggunakan istilah "Dumocrats" untuk mengejek Partai Demokrat. Sebutan tersebut merupakan permainan kata dari "Democrats" dan "dumb" yang berarti bodoh.
Namun, Trump tidak memberikan bukti yang mendukung klaimnya bahwa kemenangan Partai Demokrat dapat menyebabkan kerusuhan serupa di Amerika Serikat.
Trump singgung kerusuhan Perancis jelang Pemilu AS
Pernyataan Trump muncul ketika Perancis mengalami salah satu gelombang kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Demonstrasi besar yang awalnya dipicu persoalan biaya hidup dan kurangnya pendanaan layanan publik berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah wilayah.
Aksi tersebut diwarnai bentrokan, pembakaran, hingga penjarahan.
Trump menjadikan situasi di Perancis sebagai gambaran mengenai kondisi yang menurutnya dapat terjadi di AS apabila Partai Republik kehilangan kekuasaan.
Dalam kampanyenya, Trump juga kembali menggunakan retorika yang menyasar imigran dan umat Islam, seperti yang pernah disampaikannya dalam tiga kampanye pemilihan presiden sebelumnya.
Pernyataan Trump mengenai imigran dan kelompok minoritas telah berulang kali menuai kritik dari organisasi pembela hak asasi manusia.
Kelompok hak-hak sipil menilai penggunaan retorika semacam itu berpotensi membuat sikap diskriminatif terhadap kelompok tertentu semakin dianggap wajar.
Di sisi lain, Trump sendiri tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya harga barang dan jasa di Amerika Serikat.
Persoalan ekonomi menjadi salah satu sumber ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahannya, selain perang dengan Iran.
Trump turun tangan karena kursi Republik di Kansas terancam
Kehadiran Trump di Kansas bertujuan mendukung Senator petahana dari Partai Republik, Roger Marshall, yang menghadapi persaingan ketat dalam pemilu Senat AS.
"Saya mencintai kalian, Kansas, tetapi saya berada di sini untuk seorang pria bernama Roger Marshall," ujar Trump.
Kansas selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat Partai Republik.
Negara bagian di kawasan Midwest tersebut belum pernah memilih kandidat Partai Demokrat sebagai anggota Senat AS selama 94 tahun.
Pada pemilihan presiden 2024, Trump bahkan memenangkan Kansas dengan keunggulan 16 poin persentase.
Namun, Marshall kini menghadapi persaingan yang lebih ketat dari perkiraan melawan Adam Hamilton, kandidat Partai Demokrat yang merupakan pendeta sebuah gereja Metodis besar.
Hamilton berkampanye dengan mengkritik kebijakan tarif impor Trump serta apa yang disebutnya sebagai kepemimpinan presiden yang tidak menentu.
Trump turut melontarkan kritik terhadap Hamilton dalam kampanyenya.
"Dia ingin kalian bertobat karena terlahir sebagai orang kulit putih," kata Trump mengenai lawan politik Marshall tersebut.
Sementara itu, Marshall menyoroti sejumlah isu sosial dan budaya, termasuk seruannya untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai Islam radikal.
Marshall juga menyebut Hamilton terlalu progresif bagi Kansas karena mendukung parade kebanggaan kelompok gay.
"Kita membutuhkan seseorang yang bisa membedakan sapi betina muda dan sapi jantan," ujar Marshall, menggunakan ungkapan yang merujuk pada kehidupan peternakan.
Tim kampanye Hamilton tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters mengenai pernyataan-pernyataan tersebut.
Namun, dalam sebuah video yang dirilis pada Senin, Hamilton menyambut kedatangan Trump ke Kansas.
Ia mengatakan para pendukung Trump juga memiliki tempat dalam kampanyenya.
Hamilton menyatakan bersedia bekerja sama dengan Trump apabila kebijakannya sejalan dengan kepentingan masyarakat.
Namun, ia juga berjanji membela warga Kansas ketika kebijakan Washington merugikan petani dan rumah sakit di daerah pedesaan.

Lihat Foto
Popularitas Trump turun ke rekor terendah
Persaingan ketat di Kansas mencerminkan tantangan yang dihadapi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November 2026.
Partai Republik berupaya mempertahankan kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS di tengah ketidakpuasan sebagian pemilih.
Hasil survei terbaru Reuters-Ipsos yang diterbitkan Senin menunjukkan tingkat persetujuan masyarakat terhadap kinerja Trump turun menjadi 31 persen.
Angka tersebut merupakan tingkat persetujuan terendah Trump dalam survei itu.
Saat ini, Partai Republik menguasai 218 kursi di DPR AS, dibandingkan 214 kursi milik Demokrat. Di Senat, Republik memegang 53 kursi dan Demokrat beserta sekutunya menguasai 47 kursi.
Partai Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi di masing-masing kamar Kongres untuk membalikkan mayoritas tersebut.
Trump kini tengah menjalani rangkaian kampanye selama 32 hari, termasuk mengunjungi wilayah-wilayah yang sebelumnya memberikan dukungan besar kepadanya.
Seorang sumber Partai Republik yang memahami strategi kampanye Trump mengatakan, perhatian terhadap kawasan pedesaan berkaitan dengan hasil survei internal partai.
Survei tersebut menunjukkan melemahnya dukungan dari pemilih laki-laki berusia 55 tahun ke bawah di daerah pedesaan.
Kelompok pemilih itu sebelumnya menjadi salah satu basis penting kemenangan Trump pada pemilihan presiden 2024.
Harga BBM naik, pendukung Trump keluhkan biaya hidup
Di tengah kampanye Trump di Park City, persoalan ekonomi masih menjadi perhatian para pemilih.
Sejumlah peserta kampanye harus berjalan lebih dari 1,6 kilometer melintasi Interstate 135 untuk mencapai arena pertemuan di kawasan pedesaan dekat Wichita.
Di sekitar lokasi, papan harga sebuah tempat pemberhentian truk menunjukkan harga bensin mencapai 3,98 dollar AS per galon dan solar 5,78 dollar AS per galon.
Menurut data organisasi perjalanan AAA, harga bahan bakar tersebut meningkat sekitar 45 persen per galon dibandingkan rata-rata harga bensin di Kansas pada tahun sebelumnya.
Kenaikan harga juga dikeluhkan Monique Mullen (59), pemilih Partai Republik asal Hutchinson, Kansas, yang merawat ayahnya.
Mullen mengatakan pendapatannya terbatas karena bergantung pada tunjangan disabilitas.
"Karena saya hidup dari tunjangan disabilitas, uang saya tidak banyak. Namun, harga-harga tampaknya masih terus naik, padahal seharusnya turun. Rasanya seperti harus mencari ke sana kemari hanya untuk mendapatkan makanan," ujarnya.
Di luar arena kampanye, sekelompok kecil demonstran juga berkumpul menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Trump.
Salah satunya adalah James Nightingale, seorang petani dari Halstead, Kansas, yang mengidentifikasi dirinya sebagai pemilih independen.
Nightingale menilai kebijakan perdagangan Trump telah merugikan perekonomian pertanian di wilayahnya.
"Saya petani dari Kansas, dan pemerintahan Trump telah menghancurkan perekonomian pertanian di daerah saya," katanya.
"Tarif impornya bukan hanya menghancurkan pasar penjualan biji-bijian kami, sekarang dia malah mendatangkan daging sapi impor dari luar negeri. Apa yang terjadi dengan 'America First'?" lanjutnya.
Meski dikenal sebagai basis kuat Partai Republik, Kansas juga memiliki sejarah memilih kandidat dari partai lain.
Baca juga: Trump Ingin Bahas Nuklir dengan Putin dan Xi Jinping, Beijing Belum Tentu Mau
Dalam dua pemilihan terakhir, warga Kansas memilih Laura Kelly dari Partai Demokrat sebagai gubernur.
Gina Seman, seorang pendukung Trump dari Towanda, Kansas, mengatakan kandidat Partai Republik tidak seharusnya menganggap kemenangan di negara bagian tersebut sebagai sesuatu yang pasti.
"Saya rasa tidak pernah mudah untuk terpilih di sini," ujarnya.
Seman menilai sejumlah kandidat Republik pada masa lalu terlalu mengandalkan popularitas partai mereka.
Persaingan di Kansas menjadi salah satu ujian bagi Partai Republik yang berupaya mempertahankan mayoritas Kongres dalam pemilu paruh waktu mendatang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
