Makin Panas, Rusia Usir Diplomat Senior AS
WASHINGTON, iNews.id - Rusia mengusir diplomat tertinggi kedua Amerika Serikat (AS) di Moskow Bart Gorman pekan lalu. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia menyatakan, Gorman harus meninggalkan Rusia sebagai balasan atas pengusiran terhadap seorang pejabat seniornya di Washington DC.
Kemlu Rusia menyebut pengusiran diplomatnya itu tidak masuk akal seraya menuduh AS melancarkan perang visa.
Gorman, pernah menjabat sebagai wakil kepala misi AS, harus meninggalkan Rusia, namun tak dijelaskan secara rinci alasan pengusirannya. Pengumuman soal pengusirannya pun baru disampaikan pada Kamis kemarin. Gorman sebelumnya menjabat sebagai Wakil Asisten Sekretaris dan Asisten Direktur Departemen Luar Negeri (Deplu) AS untuk Investigasi dan Analisis Ancaman yang bertugas mengawasi ancaman terhadap personel diplomatik.
Selain itu dia juga menjabat petugas keamanan regional Layanan Keamanan Diplomatik AS, Departemen Penegakan Hukum dan Keamanan, di beberapa negara termasuk Irak, Yordania, dan China.
Seorang pejabat senior Deplu AS memperingatkan, pemerintah akan menanggapi pengusiran Gorman itu. Kejadian ini jelas bisa memengaruhi ketegangan kedua negara karena berlangsung di saat meningkatnya kekhawatiran akan serangan Rusia ke Ukraina. AS merupakan sekutu dekat Ukraina.
Sementara itu seorang juru bicara Deplu AS mengatakan, Gorman memiliki visa yang sah dan tugasnya di Rusia belum mencapai 3 tahun.
"Tindakan Rusia terhadap DCM (wakil kepala misi) kami tidak beralasan. Kami menganggap ini sebagai langkah eskalasi dan sedang mempertimbangkan untuk memberikan respons," kata seorang juru bicara deplu, dikutip dari Reuters, Jumat (18/2/2022).
Dia menambahkan, Rusia memaksa diplomat AS untuk pergi sebelum 3 tahun serta hanya memberi waktu bagi Gorman 2 minggu untuk meninggalkan negara itu atau sampai penggantinya tiba.
Rusia mengumpulkan lebih dari 150.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina memicu kekhawatiran invasi besar-besaran. Namun Rusia menegaskan sudah dan akan terus menarik kekuatannya dari perbatasan.
Presiden AS Joe Biden bahkan mengatakan ada indikasi Rusia berencana menyerang Ukraina dalam beberapa hari ke depan dan sedang mempersiapkan alasan untuk membenarkannya.
Editor : Anton Suhartono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar