Tertipu Minyak Goreng Murah, Puluhan Emak-Emak Menangis Histeris, Videonya Viral - Kilas Cimahi
Tertipu Minyak Goreng Murah, Puluhan Emak-Emak Menangis Histeris, Videonya Viral - Kilas Cimahi
KILASCIMAHI - Lagi-lagi persoalan minyak goreng telah membuat sengsara masyarakat, kini viral video memperlihatkan puluhan emak-emak di Koja, Jakarta Utara menangis histeris.
Emak-emak ini menangis lantaran telah menjadi korban penipuan pembelian minyak goreng murah.
Tampaknya, ada tawaran minyak goreng murah dianggap menjadi solusi bagi emak-emak ditengah kondisi kelangkaan minyak goreng di berbagai wilayah Indonesia.
Dikutip KilasCimahi.com dari PRBekasi.com, disebutkan kejadian itu bermula saat puluhan emak-emak ini tergiur dengan harga minyak goreng yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran oleh pelaku.
Dari video yang beredar, puluhan emak-emak ini sampai menangis histeris dan melontarkan kata-kata kasar kepada pelaku.
Hal itu disebabkan mereka merasa tertipu hingga mengalami kerugian yang ditaksir ratusan juta.
Salah satu korban kemudian menceritakan kronologi dan kerugian yang ditaksirnya.
Salah satu korban penipuan minyak goreng murah bernama Bebby Putri mengaku, dirinya diimingi minyak goreng lebih murah dari agen oleh pelaku inisial DA.
Sebagai informasi, pelaku DA merupakan teman dekat dari korban tersebut.
Dari keterangan korban, pelaku DA menawarkan minyak murah dari harga pasaran.
Jika satu dus minyak bisa mencapai harga Rp210 ribu di agen atau pasar, pelaku menawari dirinya dengan harga Rp150 ribu.
Penawaran itu juga bervariasi sesuai harga yang ditawarkan korban lainnya.
"Harga normal di agen saja Rp210.000 kurang lebih. Lalu dia (DA) nawarin kita Rp150.000 untuk PO. Dengan cara uang dulu masuk ke dia, baru barang masuk," kata Bebby, Sabtu, 19 Februari 2022.
Dari keterangan Bebby, pasokan minyak yang dikirim oleh pelaku awalnya lancar selama 3-4 minggu secara bertahap dan belum ada halangan.
Namun lambat laun kejanggalan pun mulai dirasakan korban saat pelaku tiba-tiba tidak bisa mengirim pesanan korban.
"Memang awalnya lancar. Tapi yang terakhir saya alami, barang saya 7.000 enggak bisa kirim. Dia balikin tuh ke saya karena kerugian saya Rp1,2 miliar.
"Dia balikin ke saya Rp500 juta dulu. Oke masuk. Rp300 juta masuk dan saya rugi Rp700 juta," ujar Bebby.
Dari kejadian itu, korban kemudian sadar telah tertipu oleh temannya yakni DA tersebut, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari laman Humas Polri.
Namun lambat laun kejanggalan pun mulai dirasakan korban saat pelaku tiba-tiba tidak bisa mengirim pesanan korban.
"Memang awalnya lancar. Tapi yang terakhir saya alami, barang saya 7.000 enggak bisa kirim. Dia balikin tuh ke saya karena kerugian saya Rp1,2 miliar.
"Dia balikin ke saya Rp500 juta dulu. Oke masuk. Rp300 juta masuk dan saya rugi Rp700 juta," ujar Bebby.
Dari kejadian itu, korban kemudian sadar telah tertipu oleh temannya yakni DA tersebut, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari laman Humas Polri. (Ahmad Zaki Kusnaedi/PRBekasi.com)