0
News
    Home China Donald Trump Dunia Internasional Featured Logam Tanah Jarang

    Tutup Akses ke Logam Tanah Jarang jadi Cara China Menghukum Trump | Sindonews

    8 min read

     Dunia Internasional, 

    Tutup Akses ke Logam Tanah Jarang jadi Cara China Menghukum Trump | Halaman Lengkap

    logo-apps-sindo

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Selasa, 15 April 2025 - 12:33 WIB

    Tutup Akses ke Logam...

    China mengeksploitasi keuntungan yang dimilikinya dalam perdagangan global untuk membalas tarif baru Presiden Donald Trump dengan menghentikan pengiriman logam tanah jarang atau rare earth ke seluruh dunia. Foto/Dok

    A A A

    JAKARTA 

    -

    China 

    telah menghentikan pengiriman

    logam tanah jarang 

    atau rare earth ke seluruh dunia, bukan hanya Amerika Serikat (AS). Respons China terhadap tarif baru AS ini, apakah bakal berdampak besar terhadap sektor teknologi, otomotif, kedirgantaraan, dan pertahanan? dimana mineral ini memainkan peranan penting.

    China mengeksploitasi keuntungan yang dimilikinya dalam perdagangan global untuk membalas tarif baru Presiden Donald Trump . Penghentian ekspor Beijing diyakini bakal berdampak, mengingat China masih mendominasi pasokan global tanah jarang dan magnet yang berasal darinya.

    Bakal Jadi Pesaing China, Negara Ini Menemukan Deposit Logam Tanah Jarang 20 Juta Ton

    Meski hanya bagian kecil dari ekspor China, tetapi ditutupnya akses ke logam tanah jarang bakal memiliki dampak yang sangat besar pada mitra dagang seperti AS. Dimana mereka mengandalkannya sebagai input penting untuk industri otomotif, chip, kedirgantaraan, dan pertahanan.

    Kedutaan Besar AS untuk China tidak segera menanggapi permintaan komentar seperti dilansir Fortune.

    Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett membahas situasi ini dan mengakui keprihatinannya dengan mengatakan, "Tanah jarang adalah bagian dari ekonomi secara luas."

    "Pembatasan tanah jarang sedang dipelajari dengan sangat hati-hati, dan kami sedang memikirkan semua opsi saat ini," katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih.

    Pembatasan ekspor China juga menempatkan upaya Trump yang ingin menguasai Greenland menjadi sangat penting. Pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu diperkirakan memiliki salah satu deposit tanah jarang terbesar di dunia yang diketahui.

    Wakil Presiden, JD Vance mengunjungi Greenland awal bulan ini, meskipun berulang kali menolak retorika AS dari Denmark. "Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional dan bahkan keamanan internasional, dan kami bekerja dengan semua orang yang terlibat untuk mencoba dan mendapatkannya," kata Trump dalam pidato di Kongres bulan lalu.

    Sementara itu, Trump juga mengejar kesepakatan dengan Ukraina dalam pengembangan pasokan tanah jarang. Dia mengatakan, pada bulan Februari dia menginginkan "imbalan yang setara, seperti tanah jarang senilai USD500 miliar."

    China Setop Ekspor Logam Tanah Jarang dan Mineral Kritis Gegara Tarif Baru Trump

    Bulan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan lembaga federal untuk mengidentifikasi tambang dan lahan milik pemerintah yang dapat membantu meningkatkan produksi tanah jarang.

    Pemerintahan Trump juga sedang menyusun perintah eksekutif lain untuk membuka jalan bagi penyimpanan logam laut dalam untuk mengimbangi kontrol China atas rantai pasokan tanah jarang, kata sumber terkait kepada Financial Times.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com,

    Klik Disini 

    untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Infografis

    PBB Tolak Usulan Trump...

    PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza

    Medela Potentia Resmi...

    33 menit yang lalu

    Harvard Tak Mau Tunduk...

    1 jam yang lalu

    Terus Dorong Akses Crypto...

    1 jam yang lalu

    Pentingnya Biodiversity...

    1 jam yang lalu

    Hadapi Tarif AS, Indonesia...

    1 jam yang lalu

    Indonesia-Rusia Makin...

    2 jam yang lalu

    Komentar
    Additional JS