0
News
    Home Featured Kebakaran Lintas Peristiwa

    Penyebab Kebakaran di Cempaka Baru Jakpus Diduga karena Ledakan Baterai Drone, Api Tiba-tiba Muncul - Tribunnews

    7 min read

     

    Penyebab Kebakaran di Cempaka Baru Jakpus Diduga karena Ledakan Baterai Drone, Api Tiba-tiba Muncul - Tribunnews.com

    Editor: Nuryanti

    HO/IST
    KEBAKARAN GEDUNG- Suasana korban yang terjebak teriak meminta tolong dari gedung yang terbakar di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025). Penyebab kebakaran diduga karena baterai drone meledak. 
    Ringkasan Berita:

    TRIBUNNEWS.com - Seorang korban selamat dalam kebakaran sebuah gedung di kawasan Cempaka Baru, Kecamatan KebayoranJakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), mengungkapkan dugaan penyebab api muncul hingga melalap gedung tujuh lantai tempatnya bekerja.

    Dimitri, yang juga merupakan karyawan Gedung Terra Drone, mengatakan penyebab kebakaran diduga karena dipicu baterai drone yang meledak.

    Baterai drone itu disimpan dan diuji di lantai dasar gedung.

    Dimitri mengaku sempat mendengar suara ledakan dari ruang penyimpanan baterai sebelum asap memenuhi area kerja.

    Setelah suara ledakan itu, api tiba-tiba muncul dari lantai satu.

    Gedung Terra Drone merupakan kantor sekaligus fasilitas penyimpanan drone.

    "Dugaan sementara karena korsleting atau kegagalan termal pada baterai drone, lalu memicu ledakan dan kebakaran," ungkapnya di lokasi kejadian, Selasa, dilansir Wartakotalive.com.

    Menurut Dimitri, api begitu cepat menjalar ke lantai dua dan tiga.

    Hal itu membuat Dimitri dan karyawan lainnya panik dan berlari menuju atap gedung untuk menyelamatkan diri.

    "Saya sedang di lantai 5, kebakaran kemungkinan dari baterai yang meledak di lantai 1. Kami sedang loading."

    "Asap di lantai 2 dan 3 sudah banyak, kita langsung lari ke rooftop," lanjutnya.

    Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo, mengungkapkan hingga Selasa pukul 15.30 WIB, ada 17 karyawan yang ditemukan meninggal dunia.

    Meski demikian, jumlah korban diperkirakan bertambah sebab petugas masih berusaha masuk ke dalam gedung.

    "(Jumlah korban tewas) ini untuk sementara ya."

    "Petugas masih terus berusaha masuk ke lantai demi lantai, untuk menemukan kemungkinan ada korban lainnya," jelas Susatyo, Selasa, masih dari Wartakotalive.com.

    Lebih lanjut, Susatyo mengatakan para korban diduga tewas karena banyak menghirup asap.

    Sebab, ujarnya, sebagian besar korban tewas tidak mengalami luka bakar.

    Saat ini, 17 jasad korban telah dibawa ke RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    "Kemungkinan mati lemas, karena asap. Tapi nanti hasilnya tergantung pemeriksaan di RS Polri. Semua jenazah dibawa ke RS Polri," urai dia.

    Terdengar Suara Minta Tolong

    Saksi mata bernama Ani mengungkapkan terdengar suara teriakan minta tolong ketika kebakaran terjadi pada sekitar pukul 13.15 WIB.

    Ani mengatakan, saat kebakaran terjadi, listrik tiba-tiba mati.

    Saat warga keluar ketika mendengar teriakan, terlihat asap membumbung dari Gedung Terra Drone.

    "Tadi tiba-tiba lampu mati, lalu ada orang ramai minta tolong. 'Tolong-tolong' begitu ramai jerit-jerit," ujar Ani di lokasi, Selasa, dikutip dari Kompas.com.

    "Setelah itu warga melihat keluar ada asap. Ada api besar," imbuh dia.

    Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran diketahui masih melakukan proses pemadaman api dan penyisiran lanjutan di dalam gedung.

    Setidaknya, ada lebih dari lima mobil pemadam kebakaran dan belasan personel yang diterjunkan ke lokasi.

    (Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Wartakotalive.com/Budi Sam Law, Kompas.com/Dian Erika)

    Komentar
    Additional JS