0
News
    Home Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial Sumatera

    Hunian Tetap buat Korban Bencana Sumatera Berupa Rumah Instan Tipe 36 -

    3 min read

     

    Hunian Tetap buat Korban Bencana Sumatera Berupa Rumah Instan Tipe 36


    Ilustrasi Rumah Foto: Dok. Kementerian PUPR
    Jakarta -

    Pemerintah akan membangun rumah instan sebagai hunian tetap bagi korban bencana Sumatera. Dirjen Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fitrah Nur mengatakan huntap akan dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA).

    "Kita pakai tipe 36 menggunakan teknologi RISHA," kata Fitrah saat dihubungi detikProperti, Senin (2/2/2026).

    Teknologi ini memungkinkan pembangunan rumah yang dilakukan dengan cepat. Kualitas bangunannya juga dapat menahan guncangan gempa sehingga lebih kuat menghadapi bencana.

    "Berarti kan pasti akan lebih cepat karena kita bisa cetak duluan strukturnya, jadi tinggal pasang-pasang kayak lego," ucapnya.

    Selain menetapkan tipe bangunan, ia mengatakan sudah ada sejumlah lahan yang siap dibangun rumah. Lahan tersebut clean and clear milik pemerintah daerah, masyarakat, bahkan ada yang hak guna usaha.

    Namun, Fitrah belum bisa memastikan waktu pembangunan huntap. Pemerintah masih mengumpulkan data 'by name by address' korban yang membutuhkan huntap.

    "Soalnya harus benar-benar clear data ini. Jangan sampai nanti sudah dibangun ada yang protes," katanya.

    Di samping itu, Fitrah sudah menyambangi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membahas peraturan yang akan digunakan dalam pembangunan huntap. Pihaknya masih mempertimbangkan antara Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2025.

    Dikutip dari situs resmi Pekerjaan Umum (PU), RISHA adalah sistem struktur pracetak yang dapat dikerjakan dengan mudah oleh masyarakat. Rumah ini dirancang sederhana, layak huni, mudah pelaksanaan, memiliki harga terjangkau, dan sudah diuji keandalan struktur terhadap gempa.

    Komponen utama rumah ini terdiri dari tiga jenis. Lalu, komponen penyambung baut, yakni baut, pelat, dan angkur.

    Pembangunan RISHA dilakukan dengan dua tahapan. Pencetakan komponen di workshop, lalu perakitan komponen di lapangan. Untuk rumah tipe 36, dapat dirakit selam 2x9 jam oleh 3-4 pekerja terampil.

    Panel tersebut dapat terbuat dari komponen beton sederhana dan ringan. Proses merakitnya pun terbilang mudah serta tidak memerlukan alat berat.

    Sebelumnya diberitakan, pemerintah merencanakan pemulihan dan penyediaan hunian bagi korban banjir dan longsor di Sumatera. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan RISHA sebagai salah satu pilihan huntap bagi korban bencana.

    "Kita sudah berusaha. Selama ini kita pakai Risha, Pak (Menko). Jadi ada panel yang dibuat oleh UMKM di Bandung dan di mana, itu kita di beberapa titik itu kita lakukan seperti itu," kata Ara di kantor Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis (11/12/2025).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini






    (dhw/zlf)

    Komentar
    Additional JS