Kucing Ditendang Pria hingga Mati, Pemilik Malah Diancam Pelaku: Nantangin Bawa ke Ranah Hukum - Tribunnews
Kucing tersebut mengalami stres berat akibat tendangan yang dilakukan seorang pria yang tengah jogging, hingga akhirnya mati.
Ringkasan Berita:
- Seekor kucing meninggal usai ditendang seorang pria saat sedang diajak jalan-jalan oleh pemiliknya.
- Pemilik kucing sempat menanyakan alasan pelaku menendang kucingnya.
- Respons yang diterima justru ancaman.
TRIBUNJATIM.COM - Kejadian seekor kucing yang sedang diajak jalan-jalan ditendang oleh seorang pria, menjadi viral di media sosial (medsos).
Dalam video yang viral beredar memperlihatkan peristiwa kekerasan terhadap hewan ini terjadi di Lapangan Kridosono.
Diketahui, peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (25/1/2026).
Baca juga: Teriak-teriak Cari Linggis saat Evakuasi Korban Longsor, Aksi Dedi Mulyadi Dikritik Pemuda
Akibat tendangan yang dilakukan seorang pria yang tengah joging, kucing tersebut mengalami stres berat hingga akhirnya mati.
Berdasarkan video dan keterangan tertulis yang diunggah akun Instagram @faridaarz, peristiwa bermula saat pemilik mengajak kucingnya berjalan-jalan di area Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, pada Minggu (25/1/2026) pagi.
"Kejadian di hari minggu 25 Januari 2026 kita jalan-jalan ke lapangan Kridosono Blora jam 9 pagi.
Di sana suasana udh lumayan sepi dan ga banyak orang jogging.
Aku juga lepasin mintel ditempat sepi dan kita menepi di pinggir biar ga ganggu orang jogging tapi ada manusia jahat yg tiba-tiba tendang mintel (kucingku) sampe stress dan meninggal," tulis si pemilik kucing.
Pemilik kucing juga mengaku sempat menanyakan alasan pelaku menendang kucingnya.
Namun, respons yang diterima justru ancaman.
"Pas aku tanyain kenapa dia nendang kucingku dia malah ngepelin tangannya mau ninju aku sambil bilang 'kenopo emang?'
dia juga nantangin suruh bawa ke ranah hukum tapi pas tak tanya nama sama rumahnya malah langsung kabur," tulis dia.
Dalam unggahan tersebut, pemilik kucing menyebut sempat mengejar pelaku, namun kehilangan jejak.
Ia pun berharap pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Aku sempet kejar bapaknya tapi ga kekejar, sekarang kucingku udah gaada, Tolong bantu cari orang ini ya guys, karena dia 'orang penting'. Buat bapaknya, ditunggu iktikat baiknya pak! walaupun panjenengan pensiunan hukum tapi kita sama-sama manusia pak. Seharusnya kita punya hati dan empati," ujar dia.
Video kekerasan terhadap hewan peliharaan itu pun mendapat perhatian luas dari netizen.
Publik mendorong pihak kepolisian untuk turun tangan melakukan penyelidikan.
Kasatreskrim Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zaenul Arifin, membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti video viral tersebut.
"Saya Kasatreskrim Polres Blora telah menindaklanjuti tentang viralnya video (kucing) yang diduga ditendang di Stadion Kridosono Blora beberapa hari yang lalu," ucap AKP Zaenul Arifin berdasarkan keterangan video yang diterima Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Polisi Mabuk Kabur usai Tabrak Lari Pengendara Motor, Mobil sampai Nyemplung ke Kali Dikejar Warga
Sebagai langkah awal, kepolisian telah memintai keterangan dari pemilik kucing dan membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Maka dari itu pada pagi ini saya menindaklanjuti dengan mengklarifikasi atau memintai keterangan pemilik kucing dan membenarkan kejadian tersebut," terang dia.
Zaenul menambahkan, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku kekerasan yang menyebabkan kematian hewan tersebut.
"Proses pemeriksaan klarifikasi masih berlanjut dan penyelidikannya tetap berjalan. Demikian yang saya laporkan dengan kejadian tersebut," kata dia.
Kucing dibuang karyawan kafe
Sebelumnya, viral di media sosial aksi diduga karyawan kafe buang kucing ke dalam karung.
Disebutkan, kucing dibuang dalam kondisi hidup.
Dalam postingan yang viral, peristiwa ini terjadi di lingkungan salah satu kafe di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat.
Setelah ditelusuri, berdasarkan keterangan salah satu pekerja yang tengah melakukan perbaikan, saat ini kafe tersebut tengah kosong lantaran libur.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tak ada kendaraan terparkir di depan kafe tersebut, begitu pula dengan aktivitas kafe di dalamnya.
Hanya terlihat dua pekerja bangunan yang mengaku tengah memperbaiki sesuatu.
Tim redaksi juga sempat mengonfirmasi melalui direct message akun media sosial Instagram kafe yang dimaksud, tetapi belum ada jawaban dari admin IG kafe tersebut.

Tapi, dalam unggahan di media sosialnya, pihak kafe tersebut menyampaikan permohonan maaf terbuka yang mengatasnamakan manajemen dan pemilik.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial Instagram-nya, pihak kafe mengaku bahwa tindakan tersebut merupakan kelalaian yang terjadi di area kafe tersebut.
"Kami pihak manajemen dan owner ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa seekor kucing. Peristiwa ini adalah bentuk dari kelalaian kami dan kami sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di area usaha kami," demikian pihak kafe.
Mereka juga menyatakan memahami kemarahan serta kekecewaan masyarakat, khususnya para pecinta hewan dan menerima kritik yang muncul sebagai bentuk kepedulian publik.
"Kami sangat menyesal karena telah terjadi perlakuan yang tidak layak terhadap makhluk hidup. Kami memahami kemarahan dan kekecewaan masyarakat, khususnya para pecinta hewan, dan kami menerima semua kritik sebagai bentuk kepedulian," lanjutnya.
"Sebagai tindak lanjut, manajemen mengaku telah melakukan evaluasi internal serta mengambil langkah tegas dengan memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) terkait penanganan hewan di area kafe."
Seluruh tim juga akan dibekali pelatihan khusus agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan tegas serta memperbaiki SOP penanganan hewan di area kafe agar kejadian serupa tidak pernah terulang kembali. Seluruh tim juga akan mendapatkan pembekalan khusus terkait penanganan situasi serupa ke depannya."
"Kami berkomitmen untuk menjadi tempat yang lebih bertanggung jawab, tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup di dalamnya.
Sekali lagi, kami memohon maaf atas kesalahan kami dan berterima kasih atas semua masukan yang telah diberikan," demikian pihak kafe.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-Mahkamah-Konstitusi-MK-Suhartoyo-menangis-saat-menutup-sidang-pengucapan.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pria-tendang-kucing-sampai-mati-di-Lapangan-Kridosono-Blora.jpg)