Viral Pengeboran Diduga untuk Tambang Batu Kapur Baru di Cipatat Bandung Barat, Kades Sebut Berizin - Tribunnews
Berita Viral
Dari video yang beredar, terlihat sejumlah orang melakukan pengeboran menggunakan mesin berukuran besar.
Tayang:
MENGECEK LOKASI - Warga mengecek lokasi baru penambangan batu kapur di Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang viral di media sosial.
Ringkasan Berita:
- Aktivitas pengeboran tambang batu kapur di Gunung Guha dan Leuweung Hideung viral di media sosial
- Warga khawatir pengeboran tersebut mengganggu sumber mata air Cisaladah dan Cipaneguh
- Kepala Desa Ciptaharja mengonfirmasi pengeboran dilakukan oleh PT Bhumivarin Indonesia
- Pihak desa mengeklaim perusahaan telah mengantongi izin resmi dari pemerintah
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dugaan aktivitas pengeboran untuk keperluan tambang batu kapur di Gunung Guha dan Leuweung Hideung, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, viral di media sosial.
Dari video yang beredar, terlihat sejumlah orang melakukan pengeboran menggunakan mesin berukuran besar. Pengeboran itu dilakukan di tengah kebun pisang.
Dinarasikan, warga setempat khawatir penambangan batu kapur itu berakibat terjadinya gangguan pada mata air Cisaladah dan Cipaneguh yang berada tak jauh dari lokasi pengeboran.
Baca juga: Ada Penambangan di Gunung Cikuya Kabupaten Bandung, Dedi Mulyadi Sentil Bupati hingga Kades
Dua mata air itu disebut sebagai sumber air bersih maupun pemasok utama area pertanian warga.
Kepala Desa Ciptaharja, Idham Martadinata, mengonfirmasi adanya aktivitas pengeboran yang merupakan rangkaian sebelum adanya penambangan batu kapur di lokasi tersebut.
"Betul ada pengeboran, tapi belum, belum ada penambangan itu, itu baru untuk dilihat kedalaman batu," kata Idham melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2026).
Idham mengungkapkan, pengeboran dilakukan oleh PT Bhumivarin Indonesia yang disebut telah mengantongi izin penambangan dari pemerintah.
"(Izin) Dari dulu itu sudah ada, untuk realisasi (penambangan) itu kami tidak tahu, itu konfirmasi perusahaan," ujarnya.
Baca juga: Warga Geruduk Perusahaan Pengolahan Kapur di Padalarang Bandung Barat: Kami Sering Sesak Napas!
Idham menambahkan, dirinya belum menerima aduan dari warga akibat aktivitas pengeboran, termasuk adanya gangguan mata air.
"Belum, kan belum ada aktivitas (penambangan) kan. Belum ada laporan terdampak," tandasnya.
#BeritaViral
#ViralLokal