Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Pisang Spesial Ubi

    Stok Makanan Menipis, Korban Gempa di Nagekeo NTT Bertahan dengan Pisang dan Ubi - Kompas

    3 min read

     

    NAGEKEO, KOMPAS.com - Warga Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih diselimuti perasaan takut setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah itu pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

    Yanuarius Bala Pili, warga setempat, mengatakan bahwa aktivitas warga belum normal karena gempa susulan masih terus terjadi.

    Saat ini, Yanuarius mengungkapkan, dia bersama ratusan warga lainnya mengamankam diri di halaman rumah. Mereka membangun tenda darurat secara swadaya, dilengkapi peralatan tidur seadanya.

    "Hampir setiap hari kami rasakan getaran gempa, kami mengungsi secara mandiri," ujar Yanuarius saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Baca juga: Kisah Pengungsi Gempa Nagekeo: Krisis Air Bersih, MCK, hingga Perahu Nelayan Hancur

    Yanuarius mengaku, hingga hari keempat pascagempa, mereka belum menerima bantuan dari pemerintah.

    Warga cemas lantaran persediaan makanan menipis. Untuk sementara, mereka mengandalkan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan.

    "Kami bertahan dengan pangan lokal, jagung, ubi, dan pisang. Bantuan belum ada sampai sekarang," katanya.

    Wenslaus Tue (61), warga lainnya, berharap agar pemerintah segera turun tangan membantu korban gempa.

    Menurut dia, penyaluran bantuan tidak boleh hanya difokuskan di pusat posko pengungsian, tetapi harus menyasar bagi warga yang mengungsi secara mandiri.

    "Kami juga korban gempa, karena itu penyaluran bantuan harus merata. Apalagi pusat gempa itu ada di Nagekeo," katanya.

    Baca juga: Gempa Susulan Guncang Nagekeo NTT, Peserta Upacara HUT RI di Ende Lari Berhamburan

    Kompas.com beberapa kali menghubungi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Remigius Djago, untuk menanyakan perihal bantuan bagi korban gempa, tetapi belum mendapat konfirmasi.

    Gempa magnitudo 7,7 di NTT

    Diberitakan sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada 15 Agustus 2026 pagi.

    Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman di 15 km.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Senin (17/8/2026) pukul 08.00 Wita, sebanyak 1.598 kali gempa bumi susulan setelah gempa utama pada Sabtu.

    BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.

    Baca juga: Keluhan Pengungsi di Nagekeo: Mau Mengadu ke Siapa, Air Minum Saja Tak Ada

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Mencekam! Paniknya Warga saat Gempa M 7,7 NTT Mengguncang Pelabuhan Maumere

    Komentar
    Additional JS