Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home ASN Bekasi Berita Featured Spesial

    ASN Bekasi Wajib Belanja di Pasar, Pedagang: Jangan Hanya PNS, Warga Juga Digerakin Sekalian - Kompas

    4 min read

     

    BEKASI, KOMPAS.com - Pedagang di Pasar Baru, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, berharap program "Gebrak Pasar" yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak berhenti pada kegiatan yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).

    Pedagang berharap pemerintah juga menggerakkan masyarakat sekitar untuk ikut berbelanja agar aktivitas jual-beli di pasar yang baru direlokasi tersebut tetap berjalan.

    "Harapannya ke depan bukan cuma ASN yang digerakin buat belanja di sini. Tapi warganya juga. Sekalian sosialisasi kalau sekarang pedagang udah dipindah," kata pedagang sayur, Rosadi (30), saat ditemui di lokasi, Jumat (2/10/2026).

    Baca juga: ASN Serbu Pasar Baru Bekasi, Pedagang: Dagangan Cepat Laku, Sebelumnya Turun 50 Persen

    Rosadi mengaku terbantu dengan kegiatan Pemkot Bekasi yang mengarahkan ASN berbelanja di Pasar Baru.

    Ole Romeny Ungkap Pesan Prabowo Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

    "Alhamdulillah hari ini dagangan saya jadi cepat laku. Kalau lihat kaya gini kan senang ya. Kami yang jualan juga jadi semangat," kata Rosadi.

    Meski demikian, menurut Rosadi, aktivitas perdagangan di lokasi baru belum sepenuhnya stabil karena para pedagang baru saja direlokasi.

    "Ini karena kemarin kami juga baru pindah ke tempat yang baru, jadi geliat ekonomi emang belum stabil," ujarnya.

    Menurut dia, semakin banyak masyarakat mengetahui lokasi baru pedagang, semakin besar peluang aktivitas jual-beli di pasar kembali ramai.

    Harapan serupa disampaikan pedagang ayam, Arif (46). Ia mengatakan penjualan pedagang mengalami penurunan setelah pindah ke lokasi baru.

    "Kalau soal penurunan, pasti ada. Sejak pindah ke sini memang menurun, hampir 50 persen," kata Arif.

    Baca juga: ASN Kota Bekasi Wajib Belanja di Pasar Tradisional Setiap Jumat

    Menurut Arif, kegiatan yang mengajak ASN berbelanja setidaknya membantu meningkatkan keramaian pasar.

    Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi bisa berlangsung lebih rutin.

    "Untuk program seperti ini, saya setuju. Alhamdulillah. Kalau bisa jangan cuma hari Jumat, tapi setiap hari, biar lebih ramai," ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan gerakan "Gebrak Pasar" atau Gerakan Belanja Kembali ke Pasar dilakukan untuk mendorong ASN kembali berbelanja di pasar tradisional sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi pedagang.

    Tri mengatakan kegiatan belanja bersama ASN akan dilakukan secara rutin pada minggu pertama setiap bulan, khususnya Jumat.

    "Jadi tanggal satu kan uang udah masuk semua tuh ke rekeningnya masing-masing, nanti setelah itu di minggu yang ada di situ kita belanja di pasar," kata Tri.

    Tri memperkirakan jumlah ASN yang mengikuti kegiatan tersebut lebih dari 1.000 orang.

    Selain ASN, kegiatan itu juga melibatkan Bank BJB dan badan usaha milik daerah (BUMD).

    Sebelumnya, Tri mengatakan program Gebrak Pasar diharapkan dapat meningkatkan perputaran uang di pasar tradisional.

    Ia memperkirakan, jika masing-masing ASN berbelanja rata-rata Rp 100.000, uang yang beredar di pasar dapat mencapai sekitar Rp 150 juta dalam satu hari.

    Baca juga: Pecat Saja!, Teguran Keras Pramono Soal Dugaan Penipuan Loker Damkar Rp 70 Juta

    Untuk memastikan pelaksanaan program, Pemkot Bekasi menyiapkan mekanisme pelaporan bagi ASN yang mengikuti kegiatan tersebut.

    ASN nantinya dapat memotret struk hasil belanja sebagai bukti transaksi dan mengirimkannya melalui mekanisme pelaporan yang disiapkan.

    Tri juga mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS Bank BJB untuk memudahkan transaksi antara pedagang dan pembeli.

    Ia berharap gerakan tersebut tidak hanya membuat pasar ramai saat kegiatan pemerintah berlangsung, tetapi juga mendorong masyarakat menjadikan pasar sebagai pilihan tempat berbelanja sehari-hari.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS