Investigasi Kebocoran Teknologi Jet Tempur KF-21 oleh Peneliti Indonesia Berlanjut, Kekhawatiran Ini Timbul - Zona Jakarta - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Investigasi Kebocoran Teknologi Jet Tempur KF-21 oleh Peneliti Indonesia Berlanjut, Kekhawatiran Ini Timbul - Zona Jakarta

Share This
Responsive Ads Here

 

Investigasi Kebocoran Teknologi Jet Tempur KF-21 oleh Peneliti Indonesia Berlanjut, Kekhawatiran Ini Timbul - Zona Jakarta

Jet tempur KF-21 yang dikembangkan di dalam negeri oleh Korea Selatan.

ZONAJAKARTA.com - Indonesia adalah mitra dalam pengembangan bersama jet tempur KF-21 dengan Korea Selatan.

Kemungkinan juga Indonesia menjadi negara pertama yang mengimpornya setelah pengembangan selesai.

KF-21 adalah jet tempur yang dikembangkan untuk mencegah kekosongan superioritas udara Korea Selatan.

Sebab model F-4 dan F-5 yang telah lama dioperasikan oleh Angkatan Udara Korea sudah tua.

Melansir laman donga.com, Minggu (24/11/2024), perkembangan KF-21 mengalami banyak liku-liku sehingga menjalani penilaian kelayakan bisnis sebanyak 7 kali selama 13 tahun setelah tercermin dalam proyek jangka panjang.

Pada tahun 2016, proyek ini mulai mendapatkan momentum seiring dengan partisipasi Indonesia dalam penelitian dan pengembangan.

Setelah pengembangan bersama selesai, Indonesia juga setuju untuk membeli 48 unti KF-21.

Diketahui, bisnis jet tempur biasanya perlu menjual lebih dari 200 unit untuk mencapai titik impas.

Khususnya, dalam kasus jet tempur yang baru dikembangkan, menjamin keandalan merupakan prioritas mendesak untuk memperluas saluran penjualan.

Baca Juga:

Mengikuti Angkatan Udara Korea Selatan, pengoperasian KF-21 oleh Angkatan Udara Indonesia sangat penting tidak hanya dalam hal kinerja ekspor tetapi juga dalam hal menjamin keandalan.

Hingga saat ini, Indonesia merupakan mitra pertahanan utama Korea Selatan dan menjadi katalis ekspor.

Misalnya, India adalah negara pertama yang mengimpor T-50, pesawat latih supersonik canggih yang dikembangkan oleh KAI, pada tahun 2011.

Minat terhadap platform T-50, termasuk FA-50, telah meningkat karena kinerjanya yang luar biasa telah dibuktikan melalui pengoperasian sebenarnya oleh angkatan udara Korea Selatan dan Indonesia.

Jet tempur KF-21 yang dikembangkan di dalam negeri oleh Korea Selatan.

Hasilnya, total 138 kontrak ekspor telah diselesaikan, terutama di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Eropa.

Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan KAI dengan mengumumkan niatnya untuk membeli tambahan KF-21 serta KT-1 dan FA-50 yang saat ini beroperasi.

Jika ekspor tambahan KT-1 dan T-50 serta ekspor pertama KF-21 berhasil, volume ekspor diperkirakan mencapai sekitar 10 triliun won, seperti dilaporkan yna.co.kr.

Sumber diplomatik yang mengetahui situasi di Indonesia mengevaluasi penanganan insiden kebocoran keamanan seorang peneliti yang dikirim ke Indonesia di Korea Aerospace Industries (KAI) awal tahun 2024.

"Melindungi teknologi pertahanan kita sangatlah penting, namun jika masalah keamanan tersebut muncul sehubungan dengan negara yang memiliki hubungan cukup dekat dengan kita untuk bersama-sama mengembangkan senjata canggih, kita perlu menanganinya dengan tenang dan secepat mungkin,” ujar sumber tersebut.

Sebab ada kekhawatiran jika penanganan kasus ini terlalu lama, maka kerja sama dengan Indonesia akan terganggu.

Baca Juga:

Permasalahannya, berbagai risiko dalam kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia semakin meningkat karena permasalahan keamanan yang belum terselesaikan dengan cepat.

Seiring dengan berlanjutnya penyelidikan atas insiden kebocoran keamanan, diketahui bahwa revisi perjanjian dasar pembangunan bersama dan perjanjian pembagian biaya dengan pihak Indonesia mengalami kesulitan.

Dalam situasi ini, terdapat tren halus yang terdeteksi dalam hubungan Korea Selatan-Indonesia sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Meskipun Presiden baru Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi negara-negara besar termasuk Amerika Serikat, Prancis, Jepang, dan Tiongkok sebelum dan sesudah pelantikannya, ia tidak mengunjungi Korea Selatan.

Selama menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo dinilai memiliki pemahaman yang tinggi terhadap kerja sama industri pertahanan dengan Korea Selatan.

Ada spekulasi bahwa kegagalannya mengunjungi Korea Selatan, mitra utama industri pertahanan, mungkin merupakan cara tidak langsung untuk mengungkapkan ketidakpuasannya.

Sementara itu, China belakangan ini silih berganti mengirimkan seruan cinta ke Indonesia.
Setelah kunjungannya ke China sebagai presiden terpilih, Prabowo memilih China sebagai kunjungan pertamanya setelah menjabat.

Pada pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping, juga diumumkan bahwa kedua negara akan mengupayakan kerja sama pembangunan bersama di 'perairan yang tumpang tindih'.

Halaman:
Jet tempur KF-21 yang dikembangkan di dalam negeri oleh Korea Selatan.

Hingga saat ini, Indonesia dan China masih terlibat sengketa wilayah di Laut Natuna Utara yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

Meski pemimpin kedua negara tidak merinci Laut Natuna Utara, namun mereka menunjukkan kesediaannya untuk bekerja sama di wilayah sengketa tersebut.

Belakangan ini, China dengan pesat meningkatkan investasinya di Indonesia.

Hal ini merupakan bagian dari perluasan pasar sebagai respons terhadap blokade ekonomi AS.

***

Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages