Dunia Internasional,
Tradisi Unik Lebaran di Dunia, Wanita India Beli Perhiasan Baru | Halaman Lengkap
Ada banyak tradisi unik Lebaran di dunia yang jarang diketahui. Tradisi Lebaran mencerminkan perpaduan ajaran Islam dan kearifan lokal masyarakat setempat. Foto/Isra Triansyah
- Ada banyak
tradisi unikLebaran
di duniayang jarang diketahui. Dari desa-desa kecil di Indonesia hingga kota-kota besar di Eropa dan Amerika, tradisi Lebaran mencerminkan perpaduan antara ajaran Islam dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Meskipun nilai-nilai seperti silaturahmi, berbagi, dan saling memaafkan menjadi benang merah dalam perayaan Idulfitri, ekspresinya sangat beragam. Keunikan tradisi
Lebaranini tidak hanya menjadi ciri khas masing-masing negara, tetapi juga memperkaya wajah Islam sebagai agama yang menghargai keberagaman budaya.
Berikut sederet tradisi unik Lebaran di berbagai negara dirangkum dari berbagai sumber, Senin (31/3/2025).
1. Indonesia
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menampilkan keberagaman tradisi Lebaran yang begitu luas. Mulai dari Aceh hingga Papua.
Di Aceh, tradisi meugang digelar dua hari sebelum Idulfitri. Masyarakat menyembelih hewan seperti sapi atau kerbau, lalu memasaknya untuk dinikmati bersama keluarga dan dibagikan kepada tetangga serta kaum dhuafa. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan bentuk nyata rasa syukur setelah menjalani puasa selama sebulan.
Sementara itu di Yogyakarta, grebeg syawal menjadi atraksi budaya yang dinanti. Keraton mengarak tujuh gunungan hasil bumi menuju Masjid Gedhe Kauman, yang kemudian diperebutkan warga setelah didoakan. Ini bukan hanya ritual, tapi warisan budaya yang telah ada sejak abad ke-16.
Tak kalah menarik, masyarakat Lombok mengadakan Perang Topat atau perang ketupat antara umat Muslim dan Hindu sebagai bentuk toleransi beragama. Di Bengkulu, malam takbiran disambut dengan Ronjok Sayak, yaitu tradisi membakar batok kelapa sebagai simbol penolak bala.
Dan tentu saja, mudik atau pulang kampung telah menjadi fenomena tahunan yang sangat dinanti. Kegiatan ini melibatkan jutaan orang yang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
2. Malaysia, Singapura, dan Brunei
Di negara-negara Melayu seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei, suasana Lebaran mirip dengan Indonesia. Namun tetap memiliki sentuhan khas.
Malam takbiran dihiasi dengan cahaya dari pelita atau obor minyak tanah yang dinyalakan di halaman rumah. Tradisi ini melambangkan cahaya kemenangan dan kehangatan keluarga.
Anak-anak biasanya mendapatkan duit raya, uang dalam amplop hijau yang dibagikan oleh orang dewasa. Amplop tersebut sering kali dihias dengan motif Islami dan menjadi bagian penting dari kebahagiaan Lebaran anak-anak.
3. Arab Saudi
Sebagai tempat kelahiran Islam, Arab Saudi merayakan Lebaran dengan semangat religius yang sangat kuat namun tak lepas dari nuansa kemegahan.
Di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah, digelar festival seni yang menghadirkan pembacaan puisi, pertunjukan musik, hingga tarian Ardha, sebuah tarian perang tradisional. Kegiatan ini menekankan sisi budaya yang selaras dengan nilai spiritual.
Menu khas seperti nasi kebuli dan daging domba berbumbu khas Arab menjadi hidangan utama yang dinikmati bersama keluarga. Dalam semangat berbagi, keluarga kerajaan bahkan menyumbangkan daging kepada masyarakat secara cuma-cuma.
4. Turki
Di Turki, Lebaran dikenal sebagai Bayram, yang dirayakan dengan pakaian baru berwarna cerah yang disebut bayramlik. Anak-anak akan berkeliling rumah tetangga, membagikan permen atau cokelat sambil menerima hadiah uang saku.
Yang menarik, hanya laki-laki yang Salat Ied di masjid, sementara perempuan biasanya melaksanakan salat di rumah. Hidangan khas seperti baklava dan lokum menjadi simbol kehangatan keluarga saat mereka berkumpul setelah salat.
5. China
Komunitas Muslim Hui di China menunjukkan bagaimana budaya Islam bisa menyatu dengan tradisi Tionghoa. Mereka membuat You Xiang, kue goreng khas berbentuk lingkaran sebagai lambang kesatuan dan persaudaraan, yang dibagikan ke tetangga baik Muslim maupun non-Muslim.
Setelah salat Ied, mereka melakukan ziarah ke makam leluhur, sebagai bentuk penghormatan yang selaras dengan nilai Konfusianisme. Ini menunjukkan akulturasi yang harmonis antara nilai agama dan budaya lokal.
6. Afrika Selatan
Di Cape Town, komunitas Cape Malay memiliki tradisi tikraya, yaitu berkumpul di pantai dan melemparkan bunga ke laut sembari berdoa untuk arwah leluhur. Tradisi ini merupakan warisan dari para leluhur Muslim Asia Tenggara yang dibawa ke Afrika Selatan sebagai budak pada abad ke-17.
Tikraya bukan hanya penghormatan spiritual, tapi juga bentuk pelestarian identitas budaya dalam diaspora.
7. Amerika Serikat
Di negara dengan minoritas Muslim seperti Amerika Serikat, perayaan Lebaran diwarnai dengan berbagai inisiatif komunitas. Banyak masjid mengadakan open house, mengundang tetangga non-Muslim untuk belajar tentang Ramadan dan Idulfitri.
Kegiatan ini dilengkapi dengan workshop seni kaligrafi dan pembagian makanan halal. Di kota besar seperti New York dan Los Angeles, Eid Bazaar digelar sebagai ajang silaturahmi dan promosi budaya Islam, dengan berbagai produk halal, pakaian Muslim, hingga kuliner khas dari berbagai negara.
8. India dan Eropa
Di India, malam sebelum Lebaran dikenal dengan chaand raat, di mana perempuan membeli perhiasan dan menghias tangan dengan henna. Hidangan wajib seperti biryani dan sheer kurma tak hanya dinikmati oleh umat Muslim, tapi juga dibagikan kepada tetangga lintas agama.
Sementara itu di negara-negara Eropa seperti Inggris dan Prancis, komunitas Muslim menggelar Eid Festival di tempat umum. Seperti Trafalgar Square, lengkap dengan hiburan, bazar, dan pertunjukan budaya.
(dra)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar