Internasional
Tuntas Uji Coba, Rusia Mulai Kerahkan Sistem Hanud Pantsir SM-SV dalam Operasi Tempur
Setelah tuntas diuji coba pada awal Januari 2024, kini ada kabar bahwa sistem pertahanan udara (hanud) Pantsir SM-SV telah dikerahkan Angkatan Darat Rusia dalam operasi militer. Pantsir SM-SV adalah platform roda rantai dengan jangkauan radar lebih jauh.
Seperti yang dilaporkan oleh Voevoda (24/3/2025), Angkatan Darat Rusia mulai menerima Pantsir SM-SV, varian baru dari sistem pertahanan udara jarak pendek Pantsir. Sistem ini telah diamati dalam pengaturan operasional untuk pertama kalinya, dengan foto yang mengonfirmasi keberadaannya di unit militer Rusia.
Foto yang diambil di medan terbuka, yang memperlihatkan kendaraan yang dilindungi oleh dinding gabion, menunjukkan sistem tersebut digunakan baik di posisi belakang atau dalam kondisi uji coba penyebaran. Menurut laporan sumber terbuka, foto-foto ini kemungkinan diambil selama musim dingin atau awal musim semi tahun 2024.
Menurut sumber-sumber Rusia, sistem tersebut digunakan di wilayah perbatasan Kursk dan juga telah dikerahkan di wilayah yang terkait dengan perang di Ukraina, tetapi tidak ada bukti konkret untuk memverifikasi klaim ini.

Dikembangkan oleh KBP Instrument Design Bureau, bagian dari High-Precision Systems di bawah Rostec, Pantsir SM-SV dirancang untuk diintegrasikan ke dalam Angkatan Darat dan Angkatan Udara Rusia. Sistem ini didasarkan pada sasis beroda seri GM-5970, termasuk versi yang diidentifikasi sebagai GM-352M1E dan GM-5970.25.
Sasis ini sudah digunakan dalam sistem hanud Rusia lainnya seperti Tor, Buk, dan Tunguska. Konfigurasi beroda rantai dipilih untuk meningkatkan mobilitas di luar jalan raya dan memungkinkan sistem untuk mendukung unit mekanis dan lapis baja selama manuver. Varian Pantsir sebelumnya, seperti Pantsir-S1 yang dipasang pada sasis beroda ban KamAZ, dianggap kurang cocok untuk medan kasar karena keterbatasan mobilitas dan pusat gravitasi yang tinggi.
Pantsir SM-SV dilengkapi dengan radar dan rangkaian kendali tembakan yang diperbarui. Radar 1RS2-3 menggunakan phased array antenna dan dapat mendeteksi target dengan penampang radar (RCS) 1 meter persegi hingga 60 kilometer dan target dengan RCS 0,07 meter persegi pada 27–30 kilometer.
Jangkauan deteksi radar secara keseluruhan mencapai 75 kilometer. Laporan menunjukkan sistem ini mencakup radar penargetan multifungsi yang mampu melacak dan menyerang beberapa ancaman udara secara bersamaan, termasuk amunisi yang berkeliaran, UAV, rudal jelajah, helikopter yang terbang rendah, dan proyektil berpemandu seperti GMLRS.

Persenjataan Pantsir SM-SV mencakup dua jenis rudal hanud. Sistem ini dapat menembakkan rudal standar 57E6, serta 57E6M dua tahap, yang dilengkapi pendorong kecepatan lebih tinggi, kinerja aerodinamis yang ditingkatkan, dan hulu ledak dampak kinetik yang disebut sebagai “Zavesa.”
57E6M mencapai kecepatan hingga Mach 5,5 dan dapat mencegat target pada jarak hingga 35 kilometer. Beberapa laporan juga menyebutkan varian rudal 57EBM-E yang menggunakan teknologi hit-to-kill dan tidak membawa hulu ledak peledak. Penggunaan jenis pencegat ini dimaksudkan untuk menghadapi ancaman balistik atau hipersonik melalui dampak kinetik langsung.
Selain rudal standar, Pantsir SM-SV dilengkapi rudal hanud yang lebih kecil yang diberi nama 19Ya6 atau TKB-1055. Rudal kompak ini dimaksudkan untuk melawan drone dan efektif pada jarak hingga 7 kilometer. Ukurannya yang lebih kecil memungkinkan peningkatan jumlah rudal yang siap diluncurkan, berpotensi hingga 48 dalam versi yang dimodifikasi tanpa persenjataan kanon.
Pantsir SM-SV mempertahankan dua kanon otomatis 2A38M 30 mm untuk pertahanan jarak dekat, dengan jangkauan efektif 200 hingga 2.000 meter dan ketinggian tembak maksimum 4.000 meter. Senjata-senjata ini mendukung serangan terhadap ancaman udara yang terbang rendah dalam jarak dekat. Pantsir-SM-SV dilaporkan mampu menyerang hingga empat target secara bersamaan dan mencapai tingkat serangan hingga 16 target per menit, tergantung pada kondisi operasional. (Gilang Perdana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar