0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Pramono Anung Spesial

    Prabowo Serukan "Gentengisasi", Pramono Anung: Saya Setuju 1.000 Persen -Kompas

    7 min read

     

    Prabowo Serukan "Gentengisasi", Pramono Anung: Saya Setuju 1.000 Persen

    JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penuh gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek “gentengisasi”, yakni mengganti atap seng di rumah-rumah warga menjadi genting.

    Pramono siap menjalankan arahan tersebut sebagai bagian dari upaya menata Jakarta agar lebih rapi, bersih, dan nyaman.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Untuk seng diubah menjadi genting, 1.000 persen saya setuju,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).

    Baca juga: Warga Kritik Pramono yang Tak Bisa Tutup RDF, Sebut Itu Hanya Alasan

    Pramono menegaskan, seluruh arahan Presiden Prabowo akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir 5 Februari 2026, Apa Dampaknya?

    Namun demikian, ia belum merinci apakah kebijakan gentengisasi tersebut akan diterapkan dengan mengganti atap rumah-rumah di Jakarta yang masih menggunakan seng.

    “Yang pertama tentunya apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta kami tindak lanjuti,” kata dia.

    Baca juga: Prabowo Minta Pemda Bereskan Spanduk: Turis Tak Mau Lihat Spanduk

    Selain itu, Pramono juga memastikan akan menjalankan instruksi Presiden untuk membersihkan jalan-jalan dari spanduk yang semrawut, termasuk di flyover.

    “Oh saya, arahan Bapak Presiden 1.000 persen pasti saya jalankan. Karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi, lebih bersih,” kata Pramono.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Pramono juga akan menertibkan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar.

    “Saya meminta semua trotoar yang sekarang sedang dibangun di Jakarta, jangan trotoarnya selesai kemudian pedagang kaki lima dibiarkan untuk memanfaatkan trotoar itu. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan,” kata dia.

    Baca juga: Pramono: Cuaca Ekstrem Jadi Ujian Normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah arahan kepada para kepala daerah, salah satunya terkait gagasan proyek "gentengisasi".

    Prabowo menyoroti masih banyaknya rumah, terutama di kawasan perdesaan, yang menggunakan atap seng.

    Menurut dia, kondisi tersebut perlu diubah dengan mendorong penggunaan genting sebagai atap rumah di seluruh wilayah Indonesia.

    Baca juga: Wayan Koster Bentuk Satgas Usai Disentil Prabowo soal Pantai Bali Kotor

    Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dalam upaya pembersihan lingkungan dari sampah.

    “Saya lihat saudara-saudara semua kota, hampir semua desa kira. Maaf ya banyak genting dari seng," kata Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Bogor, yang disiarkan live, Senin (2/2/2026).

    "Ini panas untuk penghuni, juga berkarat. Jadi tidak mungkin genting dari seng. Saya tidak tahu industri alumunium dari mana,” tegas dia.

    Ia ingin seluruh rumah di Indonesia menggunakan atap genting melalui sebuah gerakan nasional.

    “Saya ingin semua atap (rumah) di Indonesia pakai genting ya. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” lanjut Prabowo.

    Baca juga: Pramono Ungkap Penyebab Bau Busuk dari RDF Rorotan

    Tak hanya itu, dalam gerakan Indonesia ASRI, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah untuk menertibkan spanduk yang terpampang di jalan-jalan.

    "Saya minta kepada kepala pemerintah ya tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk terlalu banyak. Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir tidak berbeda, spanduk, spanduk, spanduk," kata Prabowo.

    "Kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk, ayam goreng. Pesan satu dapat satu free. Kenapa harus besar-besar sih? Turis datang enggak mau lihat spanduk. Bogor dulu kota paling indah, Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Dari dulu aku ingin tinggal di Bogor, akhirnya jadi presiden ya tinggal di Bogor," tambah Prabowo.

    Baca juga: Usai Disentil Prabowo, Koster: Kami Batasi Jumlah Spanduk di Bali

    Prabowo mengeluhkan sudah terlalu banyak spanduk, baliho, dan iklan yang terpampang bebas di jalan.

    Dia meminta kepada kepala daerah untuk bicara dengan asosiasi pengusaha seperti Kadin dan HIPMI untuk menata ini dengan tidak terlalu berlebihan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS