0
News
    Home Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Sungkan Bilang Rakyat Miskin, Pakai Istilah Prasejahtera - Liputan6

    7 min read

     

    Prabowo Sungkan Bilang Rakyat Miskin, Pakai Istilah Prasejahtera

    Presiden Prabowo Subianto mengajak jajaran pemerintah untuk berani mengakui realitas kemiskinan di tengah munculnya berbagai istilah halus seperti prasejahtera.



    Hal itu dipaparkan Presiden Prabowo saat berpidato pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. Tampak dalam foto, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengangkat tangan saat menyampaikan pidato khusus (special address) pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

    Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap ada sejumlah istilah yang menggambarkan kondisi miskin. Namun, dia menyebut kalau negara sungkan langsung menyebut kategori miskin.

    Maka, hadir banyak istilah yang menggambarkan miskin tadi. Prabowo menyebut saat ini Indonesia menghadapi banyak tantangan, salah satunya kondisi masyarakat yang kesulitan hidup.

    "Kita harus faham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup," kata Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

    Dia mengungkapkan, kalangan ahli ekonomi mengeluarkan istilah desil untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat. Hal tersebut diakuinya negara sungkan menyebut 'miskin'.

    "Kita ini kadang-kadang takut bicara apa adanya. Gak mau kita mengakui, kita gak mau bilang miskin, gak enak, prasejahtera, miskin-miskin, kasian, tapi gak enak kita, prasejahtera," ucapnya.

    Kemudian, muncul lagi istilah the aspiring middle class atau kelompok yang berusaha masuk ke kelas menengah.

    "Jadi BPS pinter juga kalian cari istilah-istilah itu. Tapi saya mengerti saudara tidak mau turunkan moral bangsa Indonesia. Habis itu the aspiring middle class. Habis itu ada yang rentan miskin.Gimana rentan miskin? Gimana ya? Rentan miskin, habis itu miskin, baru sangat miskin," tuturnya.

     

    Resmikan 166 Sekolah Rakyat

    Berpidato di Forum Ekonomi Dunia, Presiden Prabowo Paparkan Sejumlah Program dan Capaian
    Dalam forum yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku usaha, hingga tokoh-tokoh dunia tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia melawan berbagai praktik ilegal. Tampak dalam foto, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato khusus (special address) pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. (Fabrice COFFRINI/AFP)

    Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, Senin (12/1). Peresmian ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrim.

    Angga Raka Prabowo, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, menyampaikan bahwa peresmian Sekolah Rakyat menegaskan komitmen negara untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

    Sekolah Rakyat didedikasikan oleh negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Melalui sekolah berasrama yang sepenuhnya ditanggung negara, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem—khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—dapat memperoleh kesempatan untuk mengubah nasib dan masa depan mereka.

    “Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas pendidikan yang layak,” ujar Angga.

     

    Pentingnya Percaya Diri

    Ketua Umum Gerindra yang Juga Presiden RI Prabowo Subianto di momen  perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.
    Ketua Umum Gerindra yang Juga Presiden RI Prabowo Subianto di momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (15/2/2025). (Foto: Istimewa).

    Ia menjelaskan bahwa dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan semangat belajar bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

    Presiden mendorong para siswa agar tidak pernah merasa kecil hati terhadap kondisi yang dihadapi, serta terus belajar dengan tekun sebagai jalan untuk memperbaiki masa depan dan mengangkat harkat serta martabat keluarga.

    “Pesan Presiden kepada anak-anak Sekolah Rakyat sangat jelas, jangan pernah merasa kecil hati. Masa depan tidak ditentukan oleh keterbatasan, tetapi oleh semangat, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar,” ungkap Angga.

     

    BACA JUGA:Pidato Prabowo Depan Para Jenderal, Menteri & Kepala Daerah di Rakornas 2026

    Ruang Tumbuh Harapan dan Karakter

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas pendidikan, tetapi sebagai ruang tumbuh harapan dan karakter bagi generasi muda.

    “Sekolah Rakyat adalah jembatan harapan. Melalui pendidikan, anak-anak tidak hanya membangun masa depan dirinya sendiri, tetapi juga membawa perubahan bagi keluarga dan lingkungannya,” lanjutnya.

    Ia menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

    “Ini bukan program seremonial. Sekolah Rakyat adalah investasi masa depan untuk melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan percaya diri sebagai anak bangsa,” tutup Angga.

    Loading

    Komentar
    Additional JS