Gentas TBC Diperkuat, Pemkot Madiun Integrasikan Skrining dengan Cek Kesehatan Gratis – Sinergia
- account_circle Mandor
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Gerakan Pengentasan Tuberkulosis (Gentas TBC) di Kota Madiun terus diperkuat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan skrining TBC rutin ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Kelurahan Taman Kecamatan Taman, Senin (12/10/2026).
Integrasi ini dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini dan menekan angka penyebaran TBC, terutama di lingkungan terdekat pasien. Sebab, penularan TBC paling berisiko terjadi pada kontak erat.
Pemerintah Kota Madiun menegaskan penguatan Gentas TBC ini sejalan dengan perhatian Presiden terhadap penanggulangan TBC di Indonesia. TBC masih menjadi ancaman kesehatan serius yang harus ditangani secara sistematis dan kolaboratif.
“Ini sejalan dengan perhatian Presiden terhadap penanggulangan TBC di Indonesia. Karena itu, skrining tidak hanya berfokus pada orang yang menunjukkan gejala, tetapi juga menyasar orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien,” tegas Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun.
Menurutnya, skrining tidak boleh hanya menunggu ada gejala batuk berkepanjangan. Orang yang sehat namun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC juga wajib diperiksa. Inilah yang menjadi alasan CKG dijadikan pintu masuk deteksi.
Selain memperkuat deteksi dini melalui skrining, upaya penanggulangan TBC juga membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja.
Peran keluarga, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat secara luas menjadi kunci. Sinergi ini dibutuhkan agar penanganan TBC berjalan optimal dari hulu ke hilir.

Salah satu hal yang paling ditekankan adalah dukungan terhadap pasien. Pasien TBC tidak boleh dikucilkan. Stigma dan pengucilan justru akan membuat pasien menutup diri dan enggan berobat hingga tuntas.
Dukungan keluarga dan masyarakat sangat penting. Skrining perlu disertai pendampingan yang humanis serta upaya nyata mencegah stigma dan pengucilan terhadap pasien TBC.
Tanpa dukungan tersebut, risiko penularan justru akan semakin tinggi. Pasien yang merasa dikucilkan cenderung tidak patuh minum obat dan tidak jujur saat proses pelacakan kontak.
Pemkot Madiun berharap melalui penguatan Gentas TBC dan integrasinya dengan program CKG, angka deteksi dini dapat meningkat signifikan. Deteksi cepat adalah kunci untuk memutus mata rantai penularan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar mereka memahami bahwa TBC bisa disembuhkan. Asal pasien patuh menjalani pengobatan selama 6 bulan dan mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan.
Pemkot juga mendorong peran kader di tingkat kelurahan untuk aktif melakukan pemantauan dan pendampingan pasien. Kader menjadi jembatan antara pasien dengan puskesmas.
Dengan langkah kolaboratif ini, Pemkot Madiun optimistis risiko penularan TBC dapat ditekan dan target eliminasi TBC dapat tercapai sesuai arahan nasional. (Ndor)
Bagikan
- Penulis: Mandor
- Editor: Ndor/Diez
Rekomendasi Untuk Anda
Ini Temuan Polres Ponorogo Terkait Kematian Remaja Saat Latihan Pencak Silat
- calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
- account_circle Ega Patria
- visibility 122
Sinergia | Kab. Ponorogo – Polres Ponorogo terus mendalami kasus meninggalnya MA (17), warga Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang meninggal dunia saat mengikuti latihan rutin pencak silat di Balai Desa Josari pada Selasa malam (20/05/2025) Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi […]
Bagikan
Cegah Kanker Serviks, 1.900-an Siswi Remaja di Kota Madiun Jadi Sasaran Imunisasi HPV
- calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
- account_circle Kriswanto
- visibility 135
Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 1.900-an siswi remaja di Kota Madiun mendapatkan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Seperti yang terpantau di SMP Negeri 2 Kota Madiun, vaksinasi HPV dilakukan oleh Puskesmas Demangan dengan sasaran sebanyak 127 siswi putri kelas 9 pada Rabu (15/1/2025). Sementara, pemberian vaksin untuk siswi jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat ini telah […]
Bagikan
Sinergia Mediatama - Bersinergi dan Menginspirasi
© 2026 PT. ION Positif Globalindo | All right reserved





