Kabut Asap dari Karhutla di Indonesia Memburuk, Pemerintah Singapura Aktifkan Subsidi Pengobatan untuk Warganya - Viva

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:16 WIB
Jakarta, VIVA – Singapura kembali menghadapi dampak kabut asap dari kebakaran hutan di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah setempat mengaktifkan skema subsidi pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara, ketika kualitas udara di negara kota tersebut kembali memburuk.
Baca Juga
Pada Senin (12/10/2026), Singapura menempati peringkat sebagai kota dengan polusi udara tertinggi di dunia menurut pemantau kualitas udara berbasis di Swiss, IQAir. Asap dari kebakaran di Pulau Kalimantan dan Sumatra terus menyebar, diperparah fenomena El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran.
Kebakaran tersebut juga memicu puluhan ribu kasus gangguan pernapasan di wilayah terdampak. Kondisi ini mendorong pemerintah Singapura mengaktifkan kembali bantuan biaya perawatan bagi warga yang mengalami penyakit terkait kabut asap.
Baca Juga
Melansir dari France24, Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, subsidi mencakup sejumlah gangguan kesehatan yang dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan kabut asap. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut kondisi yang ditanggung meliputi rinitis alergi, asma, bronkitis, konjungtivitis, penyakit paru obstruktif kronis, infeksi saluran pernapasan atas, dan komplikasinya.
Melalui skema tersebut, biaya pengobatan dibatasi maksimal S$10 bagi sebagian besar warga Singapura yang memenuhi syarat. Jumlah itu setaraf Rp140.000. Adapun warga lanjut usia berumur 67 tahun ke atas dikenai biaya maksimal S$5 atau Rp70.000
Baca Juga
Singapura terakhir kali mengaktifkan skema subsidi pengobatan akibat kabut asap pada 2015. Saat itu, asap dari kebakaran hutan di Indonesia menyelimuti sejumlah wilayah Asia Tenggara selama berminggu-minggu.
Kabut asap tersebut meningkatkan kasus penyakit, memicu penutupan sekolah, dan menyebabkan pembatalan penerbangan.
Indonesia sendiri secara rutin menghadapi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Namun, kebakaran tahun ini dilaporkan semakin intensif akibat El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan sebanding dimulai sekitar empat dekade lalu.
Para ahli juga menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar sebagai salah satu faktor yang memperburuk kebakaran. Praktik tersebut mengubah kondisi lanskap yang secara alami lebih tahan terhadap api.
Dampak kabut asap lintas negara ini kembali menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara, terutama karena berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Pengaktifan subsidi pengobatan di Singapura menjadi salah satu langkah untuk membantu warga menghadapi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan memburuknya kualitas udara.
![]()
50 Helikopter Water Bombing Disiagakan di 6 Provinsi untuk Atasi Karhutla
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan 50 helikopter water bombing masih beroperasi di enam provinsi prioritas untuk menangani Karhutla.

VIVA.co.id
12 Oktober 2026