Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita DBD Demam Berdarah Dengue Featured Kasus Kesehatan Spesial

    Kasus DBD Jakarta Naik, Jaksel Catat 1.314 Kasus hingga September - detk

    4 min read

     


    Jakarta -

    Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/10/2026). Dinkes menyatakan kenaikan kasus DBD masih dipantau dengan membandingkan perkembangan kasus setiap bulan dan kondisi pada tahun sebelumnya.

    "Kalau lonjakan kasus DBD sejauh ini masih sesuai dengan pola musiman. Jadi DBD itu memang akan naik turun sesuai dengan iklim, sesuai dengan cuaca, jadi ada polanya," kata Ika.

    Dia menjelaskan, Dinkes terus memantau apakah kenaikan kasus masih sesuai dengan pola musiman. Pemantauan juga dilakukan dengan membandingkan jumlah kasus pada bulan sebelumnya dan periode yang sama pada tahun lalu.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Apabila semuanya masih dalam status terkendali, maka biasanya kami akan lakukan pencegahan seperti yang sudah dilakukan, antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk dan juga edukasi yang lebih masif kepada masyarakat," jelasnya.

    Terkait data kasus DBD secara terperinci, Dinkes menyatakan akan melakukan pengecekan kembali. Hal ini menyusul pertanyaan mengenai laporan 1.314 kasus DBD di Jakarta Selatan hingga September dan lima kematian di Jakarta Timur hingga Agustus.

    Dinkes menyebut hingga saat itu belum menerima laporan kasus kematian akibat DBD dalam data yang dimiliki.

    "Tapi sampai dengan hari ini di data kami belum ada laporan tentang kasus DBD yang meninggal. Nanti saya akan cek lagi sumbernya dari mana," katanya.

    Dinkes memastikan pemantauan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kasus sekaligus menentukan langkah pencegahan yang diperlukan.

    DBD di Jaksel Tembus 1.314 Kasus

    Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) mencatat sebanyak 1.314 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya hingga September 2026.

    "Jumlah kasus DBD 2026 di Jakarta Selatan sampai September 2026 sebanyak 1.314 kasus dengan IR 56,55," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Fitria Ramdhita saat dihubungi di Jakarta, Senin (12/10).

    Dalam penanganan DBD, dia menilai Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus perlu dilakukan masyarakat secara rutin dan serentak untuk mencegah penyakit DBD di wilayahnya meluas.

    "PSN perlu dilakukan secara rutin, serentak, dan berkelanjutan, setidaknya satu kali dalam sepekan, dengan melibatkan seluruh anggota masyarakat," ujarnya.

    DPRD DKI Minta Pemprov Tak Cuma Imbau Warga

    Kenaikan jumlah kasus DBD ini juga mendapat perhatian dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Yuke Yurike. Yuke meminta Pemprov DKI Jakarta melakukan pengawasan dan layanan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran DBD.

    Yuke meminta Sudinkes Jakarta Selatan tidak hanya mengandalkan imbauan kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah juga perlu memberikan pendampingan serta memastikan fasilitas pendukung pencegahan dan penanganan DBD tersedia secara memadai.

    "Angka 1.314 kasus bukan sekadar statistik, ini peringatan serius bagi kita semua. Saya mendesak Pemprov DKI dan Sudinkes untuk tidak hanya menyerahkan beban pencegahan kepada masyarakat, tetapi juga mengimbanginya dengan pengawasan dan fasilitas pendukung yang memadai," kata Yuke di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/10/2026).

    Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara konsisten. Selain itu, gerakan Satu Rumah Satu Jumantik perlu terus digencarkan untuk menekan risiko penularan DBD.

    Selain mengoptimalkan upaya pemberantasan sarang nyamuk, Yuke meminta Sudinkes Jakarta Selatan melakukan pengendalian nyamuk di wilayah rawan penularan. Pengasapan atau fogging, menurutnya, perlu dilakukan sesuai kebutuhan dan indikasi di lapangan.

    Di sisi lain, Yuke menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani warga yang terjangkit DBD. Puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta Selatan diminta memastikan ketersediaan ruang rawat, sarana medis, serta obat-obatan.

    "Kami akan terus memantau penanganan DBD, termasuk ketersediaan ruang rawat, sarana medis, dan obat-obatan agar warga yang terjangkit dapat memperoleh penanganan secara cepat dan memadai," imbuhnya.

    Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Kamis (15/10/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

    "Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

    (vrs/vrs)

    Komentar
    Additional JS