Mengenal Paskibraka: Sejarah, Tujuan, dan Manfaat By BeritaSatu - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Mengenal Paskibraka: Sejarah, Tujuan, dan Manfaat By BeritaSatu

Share This
Responsive Ads Here

 

Mengenal Paskibraka: Sejarah, Tujuan, dan Manfaat

By BeritaSatu.com
beritasatu.com
July 24, 2023
Pasukan pengibar bendera

Jakarta, Beritasatu.com - Peringatan 17 Agustus tinggal menghitung hari. Berbagai elemen bangsa dari pemerintah hingga warga di rumpun tetangga mempersiapkan segala hal peringatan HUT Republik Indonesia. Hal yang paling sering kita lihat dalam perayaan 17 Agustus tentu saja proses Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara dan disiarkan secara langsung hampir di seluruh televisi nasional.

Pada proses upacara di Istana Negara, selain presiden dan pejabat tinggi yang menjadi perhatian awak media dan masyarakat, ada juga pasukan pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka. Mereka ini adalah tim yang bertugas sebagai pengibar Bendara Pusaka setiap HUT RI.

Asal Usul Paskibraka
Jika pasukan pengibar bendera (Paskibra) bertugas dalam mengibarkan bendera di lingkup kecil seperti sekolah, instansi swasta, dan sebagainya, Paskibraka bertugas dalam pengibaran bendera Merah Putih pada saat upacara bendera di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.

Ide pertama kali diadakannya Paskibraka bermula pada saat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya, yakni pada 1946. Saat itu Ir Soekarno memerintahkan Mayor Husein Mutahar, sang ajudan, untuk menyiapkan pengibaran Bendera Pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itu, ibu kota pindah ke Yogyakarta karena agresi militer yang dilakukan Belanda.

Pada saat mempersiapkan upacara peringatan kemerdekaan itulah muncul di benak Mutahar untuk melibatkan para pemuda dari seluruh Indonesia. Namun, karena waktu yang terbatas ia hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda yang terdiri dari tiga putra dan dua putri yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan sedang berada di Yogyakarta.

Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F620x350-2%2F1597636757
Petugas Paskibraka Findar Amelia Hariami

Ketika ibu kota dikembalikan ke Jakarta pada 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran Bendera Pusaka karena pengibarannya setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966.

Anggota pengibar Bendera Pusaka baru dilakukan oleh siswa SMA se-Indonesia pertama kali terjadi pada 1969. Setiap provinsi diwakili oleh sepasang putra dan putri. Tim tersebut diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Nama itu ditetapkan sejak 1967 hingga 1972.

Istilah Paskibraka baru digunakan pertama kali pada 1973. Pencetusnya Idik Suleaman. Ia memperkenalkan nama baru yaitu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.

Sesuai dengan namanya, tujuan utama dari Paskibraka adalah mengibarkan bendera Merah Putih pada saat upacara peringatan kemerdekaan Indonesia di tiga tingkat, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.

Formasi dalam Paskibraka
Pada saat upacara bendera di Istana, Paskibraka tidak hanya terdiri dari satu kelompok melainkan dibagi lagi menjadi tiga kelompok, yang dinamakan sesuai dengan jumlah anggota kelompok tersebut.

Pada 1967, Husein Mutahar dipanggil Presiden Soeharto untuk menangani lagi pengibaran Bendera Pusaka. Mutahar kemudian mengembangkan formasi pengibaran menjadi tiga kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:
- Pasukan 17 atau pengiring (pemandu): berada dipaling depan yang berperan sebagai pemandu dan pengiring pasukan dan dipimpin oleh seorang Danpok (komandan kelompok).
- Pasukan 8 atau pembawa bendera (inti): berada di belakang Pasukan 17 yang berperan sebagai pasukan inti dan pembawa bendera merah putih. Selain anggota Paskibraka, dalam pasukan ini juga terdiri dari anggota TNI/Polri.
- Pasukan 45 atau pengawal: berada di paling belakang sambil membawa senapan yang berperan sebagai pasukan pengaman kehormatan. Pasukan ini terdiri dari anggota TNI atau Polri, khusus di tingkat nasional terdiri dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) di bawah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Jumlah ketiga pasukan tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Kemampuan Seorang Paskibraka
Seorang Paskibaraka memiliki kemampuan tertentu yang juga bisa diimplementasikan ke kehidupan sehari-hari. Kemampuan yang dimiliki seorang Paskibraka juga bermanfaat ketika mereka menjalani kegiatan sehari-hari, di antaranya ialah:

Displin
Ini merupakan hal wajib yang pasti dilatih dan akan dilakukan Paskibaraka dalam menjalankan tugasnya dalam pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih. Sikap disiplin ini juga sangat berguna dalam segala jenis kegiatan sehari-hari yang dilakukan.

Manajemen Waktu
Pada saat masa persiapan yang relatif singkat dengan jadwal yang sangat padat sudah menjadi keharusan bagi para anggota Paskibaraka untuk membiasakan diri mengatur waktu mereka semaksimal mungkin dengan terus menjaga kebugaran fisik. Sudah terbiasanya mengatur waktu ini sangat membantu setiap orang dalam menjadwalkan aktivitas untuk tetap selalu produktif tanpa mengorbankan kesehatan dan waktu istirahat mereka.

Kerja Sama Tim
Sebagai sebuah tim tentu dalam Paskibraka akan dilatih untuk bekerja sama dengan siapa pun dengan latar belakang mana pun. Apalagi Paskibaraka nasional mengharuskan anggotanya yang juga merupakan siswa SMA bekerja sama dengan siswa-siswa lain dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan latar belakang yang sangat beragam.

Tentu pengalaman ini sangat berguna bagi siapa pun, khususnya bagi mereka yang ingin bekerja yang dituntut harus beradaptasi dengan segala situasi yang ada.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 tahun 2022 tentang Program Paskibraka, pembentukan Paskibraka tidak hanya disiapkan untuk menaikkan dan menurunkan Bendera Pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan RI melainkan menjadi suatu program pengkaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

Focused-light.b3e4f02d
Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages