Gawat! Indonesia Cuma Punya Sisa Waktu 13 Tahun Lagi
News
Minggu, 30/07/2023 08:45 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (kiri) dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) Konferensi Pers terkait program Proyek Strategis Nasional (PSN) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (17/7/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata hanya memiliki waktu kurang lebih 13 tahun lagi untuk keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap. Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menetapkan visi Indonesia maju pada 2045.
Untuk mencapai mimpi ini, Indonesia akan memanfaatkan bonus demografi. Sementara itu, bonus demografi ini tidak akan bertahan lama
"Kita ketahui ke depan di tahun 2035 Indonesia berpotensi untuk lepas dari jebakan negara menengah. Jebakan negara menengah ini hanya bisa dilakukan kalau kita punya masyarakat yang produktif. Karena bonus demografi kita tinggal 13 tahun," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Conference on National Strategic Projects (PSN), dikutip dari siaran pers, Minggu (30/7/2023).
Menurut Airlangga, tidak semua negara lulus dari middle income trap. Kuncinya tentu adalah infrastruktur, baik darat, udara, dan laut. Indonesia butuh SDM yang sehat dan cerdas dan siap bersaing dengan perubahan artificial inteligence (AI).
"Nah, itu yang paling penting," jelasnya.
Oleh karena itu, Airlangga menilai Indonesia membutuhkan akselerasi di berbagai lini. Salah satunya adalah percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Sebagai penopang utama transformasi ekonomi, sebanyak 158 Proyek Strategis Nasional telah beroperasi dalam delapan tahun terakhir, dengan nilai investasi mencapai Rp 1.107,2 triliun.
Kedua, pemerintah harus mendorong pembangunan kualitas SDM warga yang ada sekitar kawasan.
"Oleh karena itu, politeknik-politeknik itu penting. Kalau tidak, masyarakat sekitar tidak langsung menikmati. Pemerintah juga mendorong agar CSR-CSR wajib ke wilayah di sekitar lokasi kegiatan ekonomi berada. Kita tidak ingin melihat ekonomi tinggi, pembangunannya tinggi, tetapi masih ada angka kemiskinan," kata Airlangga.
Sebelumnya, Ekonom Senior sekaligus Menteri Keuangan (periode 2013-2014) M. Chatib Basri mengingatkan bahwa Indonesia hanya memiliki tenggat waktu pendek untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai modal menjadi negara maju 2045.
Oleh karena itu, Indonesia harus membangun strategi yang benar-benar serius. Pasalnya, bonus demografi atau usia produktif yang melimpah di Indonesia akan terjadi di 2030. Ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena bonus ini demografi ini hanya akan bertahan hingga 2050.
"Setelah itu, di 2050 dia mulai naik, jadi setelah 2050 Indonesia masuk secara gradual ke aging population. Jadi, tidak demographic bonus lagi," jelas Chatib saat dihubungi CNBC Indonesia, dikutip Minggu (30/7/2023).
Dengan demikian, Chatib memperkirakan ruang Indonesia hanya 27 tahun, yakni 2030 sampai 2050.
"Berarti sebelum nanti tua atau banyak aging population, pertumbuhan ekonomi kita harus tumbuh tinggi," tegasnya.
Untuk itu, perekonomian Indonesia harus tumbuh di atas 5%. Indonesia tidak boleh hanya puas dengan tumbuh 5% per tahun.
"Bayangkan Indonesia kalau kita tumbuh terus sampai 2050, dengan kondisi pertumbuhan ekonomi 5% sampai 6%, pendapatan per kapita kita masih di bawah US$ 30.000," ujar Chatib.
Saksikan video di bawah ini:
RI Butuh 1.679 Pengusaha Baru Untuk Jadi Negara Maju
(haa/haa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar